Pranza

Oleh Admin Kalbe Medical pada August 12, 2013 06:00


PRANZA


Komposisi:

Tiap vial mengandung : Pantoprazole sodium setara dengan pantoprazole 40 mg dalam bentuk serbuk terliofilisasi.


Bentuk Sediaan:

Vial (40 mg pantoprazole)


Farmakologi:

Pantoprazole merupakan pengganti benzimidazole, bekerja dengan cara menghambat sekresi asam lambung melalui kerja spesifik pada pompa proton sel parietal. Pantoprazole dikonversikan menjadi bentuk aktif dalam lingkungan asam (pada sel parietal), yang berdampak pada proses inhibisi enzim H+/K+ ATPase dalam produksi asam lambung tahap akhir. Proses inhibisi ini tergantung dari besaran dosis. Waktu paruh 1 jam. Ikatan protein plasma 98%. Dimetabolisme di hati. Ekskresi utama melalui ginjal (80%). Profil farmakokinetik tidak berubah dengan pemberian berulang.


Indikasi:

PRANZA diindikasikan pada pengobatan ulkus lambung, ulkus duodenum, refluks esofagitis derajat sedang dan berat serta kondisi hipersekresi patologis seperti sindrom Zollinger-Ellison atau keganasan lainnya. Digunakan sebagai terapi alternative pada pasien yang tidak diindikasikan pemberian pantoprazole oral.


Dosis:

Injeksi PRANZA hanya diberikan secara intravena (IV), dosis rekomendasi untuk ulkus duodenum, ulkus lambung, refluks esofagitis sedang-berat : 1 vial (pantoprazole 40 mg) IV/hari. Terapi jangka panjang sindrom Zollinger-Ellison dan keadaan hipersekresi patologis lain : dosis awal 80 mg IV, selanjutnya dosis di atas 80 mg/hari harus diberikan dalam 2 dosis terbagi. Pantoprazole dapat diberikan sampai di atas 160 mg, tetapi tidak boleh diberikan dalam jangka waktu lama. Perubahan dari rute oral ke intravena atau dari intravena ke oral, harus dilakukan untuk mempertahankan efek penghambatan sekresi asam lambung secara berkelanjutan. Jika ada sisa obat dalam vial atau terjadi perubahan fisik obat (keruh atau ada endapan), maka obat harus dibuang. Isi vial hanya untuk sekali penggunaan.


Kontraindikasi:

Hipersensitif


Peringatan dan Perhatian:

Pada orang lanjut usia dan pasien dengan gangguan fungsi ginjal : dosis pantoprazole yang diberikan tidak boleh melebihi 40 mg/hari. Pasien dengan gangguan fungsi hati : pada pasien dengan gangguan hati yang berat, dosis harian pantoprazole sebaiknya diturunkan sampai 20 mg.


Efek Samping:

Umum dan lokal pada tempat pemberian; sangat jarang: tromboflebitis, edema perifer. Darah dan sistem limfatik ; sangat jarang: leukopenia, trombositopenia. Gastrointestinal: nyeri perut bagian atas, diare, konstipasi, flatulensi.


Klik di sini, untuk membaca News terkait produk




Frequently Asked Questions

FARMAKOLOGI
Bagaimana mekanisme kerja dari PRANZA?
Berapa lama efek terapi PRANZA?

INDIKASI/KEGUNAAN
PRANZA bisa digunakan untuk kasus apa saja?

EFIKASI
Bagaimana efektivitas PRANZA dibandingkan dengan omeprazole?

CARA PEMBERIAN/PENGGUNAAN
Bagaimana cara pemberian PRANZA?
Berapa dosis maksimal PRANZA?
PRANZA direkonstitusi dengan pelarut apa?
Setelah direkonstitusi, apakah PRANZA masih boleh disimpan sebelum diberikan ke pasien?
Jika diberikan melalui infus, PRANZA dilarutkan dengan pelarut apa saja?
Jika diberikan melalui infus, berapa kecepatan infus PRANZA?
Hingga berapa lama PRANZA aman diberikan ?

PASIEN KHUSUS/PERHATIAN
Apakah PRANZA bisa diberikan pada anak-anak?
Bagaimana penggunaan PRANZA pada pasien usia lanjut?
Apakah PRANZA boleh diberikan pada ibu hamil?
Apakah PRANZA boleh diberikan pada ibu menyusui?
Bagaimana penggunaan PRANZA pada pasien dengan gangguan fungsi hati?
Bagaimana penggunaan PRANZA pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal?
Bagaimana dengan pasien gangguan ginjal dengan dialisis?
Bagaimana penggunaan PRANZA untuk pasien dengan perdarahan saluran cerna atas?

INTERAKSI OBAT
Bagaimana interaksi obat dari PRANZA?

EFEK SAMPING

Apa saja efek samping PRANZA yang sering dilaporkan?

PENYIMPANAN
Bagaimana penyimpanan PRANZA?


____________________________________________________________________________________

FARMAKOLOGI

Bagaimana mekanisme kerja dari PRANZA?
Jawab:
PRANZA  bekerja dengan menghambat sekresi asam lambung melalui kerja spesifik pada pompa proton  di sel parietal lambung.

Berapa lama efek terapi PRANZA?
Jawab:
Setelah pemberian tunggal, efek penghambatan asam lambung dapat bertahan selama 24 jam
___________________________________________________________________________

INDIKASI/KEGUNAAN

PRANZA bisa digunakan untuk kasus apa saja?
Jawab:
PRANZA dapat digunakan untuk pengobatan ulkus lambung, ulkus duodenum, refluks esofagitis derajat sedang dan berat serta sindroma Zoliinger Ellison, sebagai terapi alternatif apabila tidak dapat diberikan terapi oral
___________________________________________________________________________

EFIKASI

Bagaimana efektivitas PRANZA dibandingkan dengan omeprazole?
Jawab:
Pada kasus GERD, perdarahan saluran cerna atas dari beberapa uji klinik menunjukkan efek yang superior dari pantoprazole
___________________________________________________________________________

CARA PEMBERIAN/PENGGUNAAN

Bagaimana cara pemberian PRANZA?
Jawab:
Hanya diberikan secara intravena

Berapa dosis maksimal PRANZA?
Jawab:
Dosis sampai dengan 240 mg IV pernah dilaporkan tidak menimbulkan tanda-tanda overdosis.

PRANZA direkonstitusi dengan pelarut apa?
Jawab:
Rekonstitusi PRANZA menggunakan NaCl 0,9% 10 mL

Setelah direkonstitusi, apakah PRANZA masih boleh disimpan sebelum diberikan ke pasien?
Jawab:
Setelah rekonstitusi, pranza dapat disimpan pada suhu 20-25 derajat celcius hingga 12 jam.

Jika diberikan melalui infus, PRANZA dilarutkan dengan pelarut apa saja?
Jawab:
Untuk pemberian infus, setelah rekonstitusi, PRANZA dapat dilarutkan dengan NaCl 0,9%, glukosa 5%.

Jika diberikan melalui infus, berapa kecepatan infus PRANZA?
Jawab:
Dapat diberikaan sebagai tetesan infus jangka pendek (15 menit)

Hingga berapa lama PRANZA aman diberikan ?
Jawab:
Penggunaan PRANZA hanya diberikan jangka pendek (7-10 hari) sampai pasien dapat diberikan mendapatkan terapi oral.
____________________________________________________________________________________

PASIEN KHUSUS/PERHATIAN

Apakah PRANZA bisa diberikan pada anak-anak?
Jawab:
Informasi penggunaan pantoprazole IV untuk anak masih sangat terbatas. Studi farmakokinetik mengenai pantoprazole intravena pada anak usia 2-16 tahun memperlihatkan bahwa pantoprazole dosis 0,8 mg/ kgBB atau 1,6 mg/kgBB memiliki profil yang sama pada dewasa, serta aman dan ditoleransi dengan baik.

Bagaimana penggunaan PRANZA pada pasien usia lanjut?
Jawab: Pemberian PRANZA pada usia lanjut, tidak perlu penyesuaian dosis.

Apakah PRANZA boleh diberikan pada ibu hamil?
Jawab:
Selama kehamilan, pemberian pantoprazole IV masuk ke pregnancy kategori B.

Apakah PRANZA boleh diberikan pada ibu menyusui?
Jawab:
Belum ada studi pada ibu menyusui, penggunaan pada ibu menyusui sebaiknya mempertimbangkan manfaat yang melebihi risikonya pada bayi.

Bagaimana penggunaan PRANZA pada pasien dengan gangguan fungsi hati?
Jawab:
Pada pasien dengan gangguan fungsi hati yang berat, dosis pantoprazole sebaiknya diturunkan sampai 20mg, selain itu dilakukan monitoring enzim hati. apabila meningkat sebaiknya terapi dihentikan. Namun dari FDA, terdapat sedikit perbedaan, dimana pasien dengan gangguan hati ringan, seadng, atau berat tidak memerlukan penyesuaian dosis (diberikan hingga 40 mg).

Bagaimana penggunaan PRANZA pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal?
Jawab:
Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Bagaimana dengan pasien gangguan ginjal dengan dialisis?
Jawab:
Dari studi yang ada, penggunaan pada pasien gangguan ginjal dengan atau tanpa dialisis tidak menyebabkan perubahan profil farmakokinetik, sehingga tidak diperlukan penyesuaian dosis

Bagaimana penggunaan PRANZA untuk pasien dengan perdarahan saluran cerna atas?
Jawab:
Dari studi yang ada mengenai penggunaan pantoprazole pada pasien dengan perdarahan saluran cerna atas non-variceal (yang telah dilakukan endoskopi hemostasis) pemberian pantoprazole diberikan 80 mg IV bolus, lalu dilanjutkan dengan dosis 8 mg/jam hingga 72 jam. Dengan dosis tersebut dalam studi, dikatakan dapat mengurangi perdarahan berulang, kebutuhan transfusi darah, dan lama rawat di RS.
____________________________________________________________________________________

INTERAKSI OBAT

Bagaimana interaksi obat dari PRANZA?
Jawab:
Perubahan dalam hal absorpsi harus dipantau untuk obat yang penyerapannya bergantung pada kondisi pH, seperti ketoconazole, pada saat diberikan bersamaan dengan pantoprazole.
Kandungan aktif dari pantoprazole dimetabolisme oleh hati melalui sistem enzim sitokrom P450. Adanya interaksi antara pantoprazole dengan obat atau zat lain yang dimetabolisme dengan menggunakan enzim yang sama tidak dapat diabaikan. Meskipun secara klinis tidak terlihat adanya interaksi yang bermakna, akan tetapi sebaiknya dilakukan pemantauan pada saat pantoprazole diberikan bersama dengan obat atau zat yang mengandung carbamazepine, caffeine, diazepam, diclofenac, digoxin, ethanol, glibenclamide, metoprolol, naproxen, nifedipine, phenytoin, piroxicam, theophylline, warfarin dan kontrasepsi oral.
Pasien yang sedang menjalani terapi dengan antikoagulan coumarin perlu dilakukan pemantauan terhadap waktu protrombin/INR pada saat pemberian pantoprazole dimulai, dihentikan atau pada saat diberikan secara tidak teratur.
____________________________________________________________________________________

EFEK SAMPING


Apa saja efek samping PRANZA yang sering dilaporkan?

Jawab:
Efek sampping jarang. Efek samping lokal tempat penyuntikan jarang, efek samping lain adalah pada saluran cerna misal nyeri perut bagian atas, diare, konstipasi, dll
_____________________________________________________________________________________

PENYIMPANAN


Bagaimana penyimpanan PRANZA?

Jawab:
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius.



 

Related Articles

Anflat Forte ANFLAT FORTE Komposisi: Magnesium hydroxide  400 mg Dried Aluminium hydroxide gel 400 mg Simethicone 100 mg Bentuk Sediaan: Tablet ...
Invitec INVITEC Komposisi: Misoprostol Bentuk Sediaan: Tablet 200 mcg Farmakologi: Merupakan analog prostaglandin E1 yang memiliki efek anti...
Lancid LANCID Komposisi: Lansoprazole Bentuk Sediaan: Kapsul 30 mg Farmakologi: Merupakan penghambat pompa proton yang b...
Liprolac LIPROLAC Komposisi: Tiap sachet (2,5 g serbuk) mengandung: - Viable cell 1,25 x 109 CFU mengandung :     * Streptococcus ther...
Neciblok NECIBLOK Komposisi: - Tiap kaplet mengandung Sucralfate 500 mg - Tiap 5 mL mengandung Sucralfate 500 mg Bentuk Sediaan: Kaplet ...