Kaltrofen

Oleh Admin Kalbe Medical pada July 29, 2013 06:00

KALTROFEN



Komposisi:
-
Tiap tablet salut enterik mengandung ketoprofen 50 mg atau 100 mg
-
Tiap kapsul OD berisi pellet lepas lambat mengandung ketoprofen 200 mg
-
Tiap tablet supositoria mengandung ketoprofen 100 mg
- Tiap 30 g gel mengandung ketoprofen 0,75 g


Bentuk Sediaan:

Tablet salut enterik, kapsul OD, tablet supositoria, gel


Farmakologi:

Merupakan anti-inflamasi non-steroid (AINS) dengan daya analgesik, anti-inflamasi dan antipiretik. Bekerja menghambat sintesa prostaglandin. Diabsorbsi sempurna dan cepat di saluran cerna, tidak dipengaruhi oleh makanan; makanan hanya memperpanjang waktu mencapai kadar puncak (t-maks) tanpa mempengaruhi bioavailabilitas totalnya. Kadar puncak plasma tercapai dalam waktu ½ sampai 2 jam. Waktu paruh pada lanjut usia selama 5 jam, dan 3 jam pada dewasa. Ketoprofen OD diformulasikan agar obat dilepaskan sesuai pH usus kecil. Waktu paruh Ketoprofen OD adalah 5-12 jam. Kadar puncak plasma tercapai dalam waktu 6-7 jam. Ketoprofen OD tidak dianjurkan untuk kasus nyeri akut, karena merupakan obat controlled-release. Supositoria yang diberikan pada malam hari lebih efektif dalam mengontrol nyeri yang timbul sepanjang malam dibandingkan bentuk oral, kadar puncak dicapai dalam 1-2 jam, dengan waktu paruh eliminasi 2-3 jam. Pada pemberian secara intramuskular, ketoprofen diabsorpsi dengan baik.


Indikasi:

Mengobati gejala-gejala artritis rematoid, spondilitis ankilosa, gout akut dan osteoartritis.


Dosis:
-
Kaltrofen® 50 mg tablet : 1 tablet 3-4 kali sehari
-
Kaltrofen® 100 mg tablet : 1 tablet 2-3 kali sehari atau menurut petunjuk dokter, sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan atau susu.
-
Kaltrofen® OD 200 mg : 1 kali sehari
Bentuk sediaan pelepasan lambat sebaiknya tak digunakan untuk nyeri akut.
-
Kaltrofen® supositoria : Jika dikombinasikan dengan preparat oral, maka pada umumnya dosis perhari adalah 1 supositoria  yang dimasukkan ke dalam rektum. Jika tidak dikombinasikan, dosis lazim adalah 1 supositoria 2 kali sehari.


Kontraindikasi:

Hipersensitif terhadap Ketoprofen, asetosal dan AINS lain, pasien yang menderita ulkus peptikum atau peradangan aktif (inflamasi akut) pada saluran cerna, bronkospasme berat atau pasien dengan riwayat asma bronkial atau alergi, gagal fungsi ginjal dan hati yang berat. Supositoria sebaiknya tidak digunakan pada penderita proktitis atau hemoroid.


Peringatan dan Perhatian:
-
Karena Ketoprofen dieliminasi melalui ginjal dan dapat mengurangi aliran darah ginjal, maka dosis ketoprofen pada penderita gagal ginjal harus diturunkan dan dimonitor secara ketat.
-
Ketoprofen harus digunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan fungsi hati
-
Hati-hati penggunaannya pada keadaan hiperasiditas lambung.
-
Sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan atau susu untuk mencegah efek samping pada saluran cerna.
-
Ketoprofen tidak dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil dan menyusui, meskipun belum ada laporan mengenai efek embriopatik.


Efek Samping:

Tablet: Dispepsia, mual, muntah, nyeri abdomen, sakit kepala, pusing, tinitus, gangguan penglihatan, ruam dan gangguan fungsi ginjal. Supositoria : kadang menyebabkan konsistensi feses menjadi lunak.

 

Related Articles

Alluric ALLURIC Komposisi: Allopurinol 100 mg dan 300 mg. Bentuk sediaan: Tablet. Farmakologi: Allopurinol dan metabolitnya oxypurinol (allo...
Durolane DUROLANE Komposisi: Tiap mL mengandung hyaluronic acid stabil 20 mg Bentuk Sediaan: Syringe 3mL Farmakologi: Hyaluronic acid at meru...
Fleximuv Kaplet FLEXIMUV Komposisi: Celadrin powder 505 mg Bentuk Sediaan: Kaplet. Farmakologi: Bekerja sebagai antiinflamasi dan membantu pelumasan...
Fleximuv Krim FLEXIMUV KRIM Komposisi: - Cetylated Fatty Ester Complex 5,625% w/w - Methyl Salicylate 5,1% w/w - Menthol 1,5% w/w Bentuk Sediaan: Krim...
Forres FORRES Komposisi: Eperisone HCI Bentuk Sediaan: Tablet salut selaput Farmakologi: Relaksasi otot rangka melalui penekanan refleks sp...