Kalnex

Oleh Admin Kalbe Medical pada July 29, 2013 06:00

KALNEX


Komposisi:

Tranexamic acid


Bentuk Sediaan:

Kapsul 250 mg, tablet 500 mg, injeksi 50 mg dan 100 mg.


Farmakologi:

Antifibrinolitik yang secara kompetitif menghambat aktivasi plasminogen menjadi plasmin, dengan berikatan dengan bagian-bagian spesifik dari plasminogen dan plasmin. Absorpsi dalam saluran cerna tidak dipengaruhi makanan, bioavailabilitas  : 34%, ikatan protein plasma 3%, distribusi luas ke SSP, cairan sinovial, semen ginjal, kelenjar prostat


Indikasi:

Untuk fibrinolisis lokal seperti epistaksis, prostatektomi, konisasi serviks, edema angioneurotik herediter, pendarahan abnormal sesudah operasi, pendarahan sesudah operasi gigi pada penderita hemofilia.


Dosis:

KALNEX® 250 mg kapsul :
-
Dosis lazim secara oral untuk dewasa : sehari 3 - 4 kali, 1 - 2 kapsul.

KALNEX® 500 mg tablet :
-
Dosis lazim secara oral untuk dewasa : sehari 3 - 4 kali, 1 tablet.

KALNEX® 50 mg injeksi :
-
Sehari 1 - 2 ampul (5 - 10 mL) disuntikkan secara intravena atau intramuskular, dibagi dalam 1 - 2 dosis. Pada waktu atau setelah operasi, bila diperlukan dapat diberikan sebanyak 2 -10 ampul (10 - 50 mL) dengan cara infus intravena.

KALNEX® 100 mg injeksi :
-
2,5 - 5 mL per hari disuntikkan secara intravena atau intramuskular, dibagi dalam 1 - 2 dosis pada waktu atau sesudah operasi, bila perlu, 5 - 25 mL diberikan dengan cara infus intravena.
Dosis KALNEX® harus disesuaikan dengan keadaan pasien masing-masing sesuai dengan umur atau kondisi klinisnya.


Kontraindikasi:

Gangguan fungsi ginjal berat, hematuria, risiko tinggi trombosis


Peringatan dan Perhatian:
-
Bila diberikan secara intravena, dianjurkan untuk menyuntikkannya perlahan-lahan seperti halnya pemberian/penyuntikan dengan sediaan kalsium (10 mL/1-2 menit).
-
Hati-hati digunakan pada penderita insufisiensi ginjal karena risiko akumulasi.
-
Pedoman untuk pasien/penderita insufisiensi ginjal berat :
  Pasien dengan kreatinin serum 120 - 250 µmol/L: dosis 15 mg/kg BB dengan pemberian harian
  adalah 2x sehari.
  Pasien dengan kreatinin serum 250 - 500 µmol/L: dosis 15 mg/kg BB dengan pemberian harian
  adalah setiap 24 jam sekali.
  Pasien dengan kratinin serum lebih dari 500 µmol/L: dosis 7,5 mg/kg BB dengan pemberian harian
  adalah  setiap 24 jam sekali.


Efek Samping:

Gangguan-gangguan gastrointestinal, mual, muntah-muntah, anoreksia, pusing, eksantema dan sakit kepala dapat timbul pada pemberian secara oral. Gejala-gejala ini menghilang dengan pengurangan dosis atau penghentian pengobatannya. Injeksi intravena yang cepat dapat menyebabkan pusing dan hipotensi.

 

Related Articles

Angioten   ANGIOTEN Komposisi: Losartan. Bentuk Sediaan: Tablet 50 mg. Farmakologi: Kompetitif dan selektif terhadap reseptor AT1 sehin...
Betablok BETABLOK Komposisi: Atenolol  50 dan 100 mg. Bentuk Sediaan: Tablet. Farmakologi: Merupakan penghambat reseptor β-1 adrene...
Beta-One Beta-One Komposisi: Bisoprolol fumarate   Bentuk Sediaan: Tablet 2,5 mg dan 5 mg   Farmakologi: Menghambat aktivasi reseptor&nbs...
Captensin CAPTENSIN Komposisi: Captopril. Bentuk Sediaan: Tablet 12,5 mg dan 25 mg. Farmakologi: Menghambat Angiotensin Converting Enzyme pada sis...
Car-Q100 CAR-Q100 Komposisi: Carnitine, Coenzyme Q10. Bentuk Sediaan: Kaplet salut selaput Carnitine 500 mg, coenzyme Q10 100 mg Farmakologi: ...