Iodosorb

Oleh Admin Kalbe Medical pada June 24, 2015 06:00

IODOSORB


Komposisi:
Cadexomer iodine 0,9%.

Bentuk Sediaan:
Sachet 3 g

Farmakologi :
Iodosorb mengandung cadexomer berisi iodine 0,9%
Iodine 0,9% :
  - Antiseptik yang dapat membunuh bakteri, jamur, virus, protozoa, trichomonas, dan spora dengan cara bereaksi dengan asam amino
    dan enzim mikroba
  - Tidak toksik terhadap fibroblas (tidak bersifat sitotoksik)
Iodine dalam cadexomer dilepaskan perlahan (lepas lambat) -» lama kerja panjang (48-72 jam)

Indikasi :
Untuk terapi topikal pada luka kronik yang bereksudat pada :
• Ulkus vena
• Ulkus diabetik
• Ulkus dekubitus

Dosis dan Cara Pemberian:
Taburkan Iodosorb pada permukaan luka sesuai dengan bentuk luka hingga membentuk lapisan setebal ±3 mm. Tutup luka secara keseluruhan dengan dressing sekunder. Iodosorb harus diganti jika telah jenuh oleh cairan luka dan semua iodine telah dilepaskan (dapat dilihat dari memudarnya warna Iodosorb), biasanya diganti 2-3 kali seminggu atau jika banyak cairan luka, perlu diganti setiap hari.

Kontraindikasi :
• Luka dengan jaringan nekrotik yang kering
• Pasien dengan sensitivitas terhadap iodine atau komponen lain dalam produk ini
• Anak-anak, ibu hamil, atau menyusui serta pada pasien dengan kelainan ginjal atau gangguan tiroid

Peringatan dan Perhatian :
• Jangan gunakan bersama dengan antiseptik mercury
• Jika pasien akan menjalani tes fungsi tiroid, sebaiknya memberikan informasi ke dokter
• Jangan digunakan pada daerah didekat mata, telinga, hidung, atau mulut
• Kadang-kadang, Iodosorb dapat menyebabkan kulit di sekitar tepi luka bengkak atau kemerahan. Hal ini biasanya akan hilang dengan
  sendirinya
• Ada kemungkinan terbentuk krusta yang melekat pada luka jika Iodosorb dibiarkan mengering
• Aplikasi tunggal Iodosorb jangan lebih dari 50 gr (16 x 1 sachet) dan total penggunaan tidak lebih dari 150 gr (50 x   1 sachet) dalam 1  minggu
• Lama terapi jangan lebih dari 3 bulan (harus diberi jeda 1 minggu)
• Produk ini hanya untuk penggunaan luar

Efek Samping:
-


Klik di sini, untuk membaca News terkait produk


Frequently Asked Questions

FARMAKOLOGI
Apa fungsi Iodosorb ?
Apa komposisi dari Iodosorb ?
Bagaimana mekanisme kerja dari IODOSORB ?
Berapa lama efek terapi IODOSORB ?

INDIKASI/KEGUNAAN
IODOSORB bisa digunakan untuk kasus apa saja ?
Organisme apa saja yang dapat diatasi dengan Iodosorb ?

CARA PEMBERIAN/PENGGUNAAN
Bagaimana cara penggunaan IODOSORB ?
Kapan IODOSORB diganti ?
Bagaimana cara untuk membersihkan Iodosorb dari luka ?
Apakah boleh menggunakan secondary dressing di atas Iodosorb ?
Berapa lama penggunaan Iodosorb yang diperbolehkan pada kasus luka kronik ?
Berapakah jumlah maksimal Iodosorb yang dapat digunakan selama satu minggu?

PASIEN KHUSUS/PERHATIAN
Apakah Iodine masih diperbolehkan untuk perawatan luka ?

EFEK SAMPING
Apakah Iodosorb dapat menyebabkan nyeri ?
Apakah ada kemungkinan terjadi masalah pada pasien karena penyerapan sistemik dari Iodine ?


FARMAKOLOGI

Apa fungsi Iodosorb?
Jawab: Menghilangkan slough, membunuh bakteri, menghilangkan bau, menembus biofilm, dan menyerap eksudat.

Apa komposisi dari Iodosorb ?
Jawab: Cadexomer Iodine 0,9%. Cadexomer merupakan butiran mikro kanji yang telah dimodifikasi sehingga memiliki rongga dimana didalamnya dimasukkan Iodine 0,9%.

Bagaimana mekanisme kerja dari IODOSORB ?
Jawab: Pada saat Iodosorb kontak dengan eksudat ataupun slough, cadexomer akan berikatan dengan air yang terdapat pada slough dan eksudat sehingga ikatan dinding cadexomernya merenggang dimana selanjutnya Iodine 0,9% akan lepas lambat sampai dengan 3 hari (72 jam).

Berapa lama efek terapi IODOSORB ?
Jawab: IODOSORB memberikan manfaat sampai 3 hari pada luka.


INDIKASI/KEGUNAAN

IODOSORB bisa digunakan untuk kasus apa saja?
Jawab: IODOSORB digunakan untuk luka yang terinfeksi oleh bakteri.

Organisme apa saja yang dapat diatasi dengan Iodosorb ?
Jawab: Iodosorb mengandung elemen Iodine sehingga merupakan antimikrobial dengan spektrum luas terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif serta jamur. Iodine juga efektif terhadap Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Sampai saat ini belum ada laporan resistensi terhadap Iodine.


CARA PEMBERIAN/PENGGUNAAN

Bagaimana cara penggunaan IODOSORB ?
Jawab: Sobek sachet IODOSORB, taburkan IODOSORB dengan ketebalan
sekitar 3 mm, lalu tutup dengan dressing sekunder.

Kapan IODOSORB diganti ?

Jawab: Secara umum, Iodosorb biasanya diganti setiap 3 hari sekali. Lebih khususnya, Iodosorb perlu diganti apabila terjadi perubahan warna Iodosorb dari coklat tua menjadi memudar atau hingga berwarna putih. Hal ini menunjukkan bahwa semua Iodinenya sudah dilepaskan ke luka. Frekuensi penggantian Iodosorb tergantung dari tingkat infeksi dan eksudat pada luka.

Bagaimana cara untuk membersihkan Iodosorb dari luka ?
Jawab: Iodosorb yang lengket atau menempel pada luka cukup di Irigasi dengan air atau NaCl. Apabila ada sedikit sisa partikel Iodosorb yang tersisa di Luka, partikel tersebut akan terdegradasi secara alami tanpa menghambat penyembuhan luka dan tidak menimbulkan reaksi sistemik.

Apakah boleh menggunakan secondary dressing di atas Iodosorb ?
Jawab: Ya, boleh menggunakan secondary dressing yang semi permeabel, atau dapat difiksasi menggunakan bandage, selama tidak menimbulkan reaksi dengan Iodosorb.

Berapa lama penggunaan Iodosorb yang diperbolehkan pada kasus luka kronik?
Jawab: Iodosorb dapat digunakan hingga 3 bulan. Pada jenis luka kronik yang masih memerlukan perawatan jangka panjang sebaiknya setelah 3 bulan hentikan penggunaan Iodosorb selama kurang lebih satu minggu kemudian dapat dilanjutkan pengobatan menggunakan Iodosorb.

Berapakah jumlah maksimal Iodosorb yang dapat digunakan selama satu minggu?
Jawab: 150gr (50 sachet) per minggu. Pada tiap kali aplikasi tidak boleh lebih dari 50gr (16 sachet).


PASIEN KHUSUS/PERHATIAN

Apakah Iodine masih diperbolehkan untuk perawatan luka ?
Jawab: Iodine yang tidak diperbolehkan untuk perawatan luka adalah Povidone Iodine 10% di mana dari hasil penelitian, Povidone Iodine 10% dapat menghambat penyembuhan luka karena merusak fibroblast yang merupakan sel pembentuk kolagen. Hal ini dikarenakan efek toksik dari adanya gugus Povidone / PVP / Polyvinyl Pirolidone. Sedangkan pada Iodosorb komposisinya adalah Cadexomer Iodine 0,9% di mana berdasarkan penelitiannya tidak merusak fibroblast dan meningkatkan penyembuhan luka.


EFEK SAMPING

Apakah Iodosorb dapat menyebabkan nyeri ?
Jawab: Kadang-kadang pasien dapat merasakan sensasi hangat atau perih seperti saat menggunakan Povidone Iodine, dimana hal ini mungkin terjadi karena proses penyerapan eksudat dan slough pada luka. Akan tetapi rasa perihnya lebih minimal dibandingkan dengan Povidone Iodine 10% karena konsentrasi iodine pada Iodosorb hanya 0,9% dan lepas perlahan.

Apakah ada kemungkinan terjadi masalah pada pasien karena penyerapan sistemik dari Iodine?
Jawab: Penggunaan Iodosorb tidak akan menimbulkan masalah apabila digunakan sesuai panduan/anjuran (Maksimal 50gr/aplikasi dan 150gr/minggu) karena dalam rentang dosis ini tidak mungkin terjadi penyerapan Iodine yang signifikan sehingga tidak akan terjadi efek samping sistemik. Akan tetapi, Iodosorb tidak boleh digunakan oleh pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal atau pasien yang memiliki histori gangguan tiroid karena mereka lebih rentan terhadap perubahan kadar Iodine sistemik akibat penggunaan Iodosorb. Pada beberapa kasus, terdapat kemungkinan terbentuknya residu seperti kerak apabila Iodosorb tidak diganti sesuai dengan frekuensi yang ditentukan. Residu kerak ini sebaiknya dihilangkan dengan cara irigasi dan diangkat menggunakan pinset.