Tazam

Oleh Johan Indra Lukito pada January 10, 2019 16:16

Komposisi :
Piperacillin 4 g
Tazobactam 0,5 g

Sediaan :
Vial 4,5 g

Farmakologi :

Mekanisme kerja :
Piperacillin merupakan penicillin semisintetik dengan spektrum luas yang aktif terhadap bakteri gram positif dan gram negatif, aerob dan anaerob, memiliki aktivitas bakterisidal dengan menghambat sintesis septum dan dinding sel.
Tazobactam merupakan penghambat berbagai jenis enzim beta-laktamase yang poten. Adanya tazobactam dalam formulasi piperacillin/tazobactam memperkuat dan memperluas spektrum piperacillin untuk mencakup bakteri yang memproduksi enzim beta-laktamase yang umumnya resisten terhadap penicillin dan antibiotika beta-laktam lainnya.

Distribusi :
mukosa intestinal, kandung empedu, paru, jaringan reproduksi wanita (uterus, ovarium, dan tuba falopii), cairan interstisial, dan empedu

Metabolisme :
Piperacillin dimetabolisme menjadi metabolit desethyl aktif dalam jumlah kecil. Tazobactam dimetabolisme menjadi metabolit tunggal yang tidak memiliki aktivitas farmakologi dan antibakteri.

Waktu paruh : 0,7-1,2 jam

Eliminasi :
68% dari dosis piperacillin yang diberikan diekskresikan dengan cepat dalam bentuk utuh di urin. 80% dari dosis tazobactam yang diberikan dan metabolitnya diekskresikan melalui ginjal dengan cepat dalam bentuk utuh dan sisanya sebagai metabolit tunggal. Piperacillin, tazobactam, dan desethyl piperacillin juga disekresikan dalam empedu.

Indikasi :
1. Appendicitis dan peritonitis
2. Infeksi kulit dan struktur kulit ± komplikasi, termasuk selulitis, abses kutaneus, dan infeksi kaki diabetik/iskemik
3. Endometritis postpartum atau penyakit inflamasi panggul
4. Pneumonia yang didapat dari masyarakat
5. Infeksi yang disebabkan oleh berbagai organisme yang sensitif terhadap piperacillin.
6. Terapi empiris sesuai indikasi.
7. Demam neutropenia pada dewasa dan anak ≥ 2 tahun.

Dosis :
Tazam harus diberikan melalui infus IV lambat (dalam waktu 20 - 30 menit) atau injeksi IV lambat (dalam waktu sekurangnya 3 - 5 menit).

Dewasa dan Anak Usia 12 Tahun atau Lebih
Secara umum, dosis total yang direkomendasikan adalah 12 g piperacillin / 1,5 g tazobactam diberikan dalam dosis terbagi setiap 6 atau 8 jam. Dosis sampai 18 g piperacillin / 2,25 g tazobactam per hari dalam dosis terbagi dapat digunakan untuk infeksi yang berat.
Pada neutropenia, dosis yang direkomendasikan adalah 4,5 g Tazam (4 g piperacillin / 500 mg tazobactam) diberikan setiap 6 jam dalam kombinasi dengan aminoglycoside.

Demam Neutropenia pada Anak
Untuk anak usia 2 – 12 tahun dengan fungsi ginjal yang normal dan berat badan kurang dari 50 kg, dosis sebaiknya disesuaikan menjadi 80 mg piperacillin / 10 mg tazobactam per kg diberikan setiap 6 jam, dalam kombinasi dengan aminoglycoside dalam dosis yang sesuai.
Untuk anak-anak dengan berat badan lebih dari 50 kg, ikuti dosis orang dewasa, dalam kombinasi dengan aminoglycoside dengan dosis yang sesuai.

Penggunaan pada Pasien dengan Gangguan Fungsi Ginjal
Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau pasien hemodialisis, dosis dan interval pemberian sebaiknya disesuaikan dengan derajat gangguan fungsi ginjal.

Kontraindikasi :
Pasien dengan riwayat reaksi alergi terhadap penicillin dan/atau cephalosporin atau penghambat enzim beta-laktamase.

Peringatan dan Perhatian :
• Sebelum memulai pengobatan dengan piperacillin / tazobactam, evaluasi secara hati-hati harus dilakukan terkait dengan riwayat reaksi hipersensitivitas sebelumnya terhadap penicillin, cephalosporin dan alergen lainnya.
• Reaksi hipersensitivitas (termasuk syok) yang serius dan terkadang fatal (anafilaktik / anafilaktoid) telah dilaporkan terjadi pada pasien yang mendapat pengobatan penicillin termasuk piperacillin / tazobactam.
• Kolitis pseudomembranosa terkait antibiotik dapat bermanifestasi sebagai diare berat dan persisten yang dapat mengancam nyawa. Mulainya gejala kolitis pseudomembranosa dapat terjadi selama atau setelah pengobatan dengan antibakteri.
• Wanita hamil diberikan obat ini hanya bila potensi manfaatnya melebihi potensi risikonya terhadap wanita hamil dan janinnya.

Efek Samping :
Diare, mual, muntah, ruam