Ezomeb

Oleh Lupita Wijaya pada October 31, 2018 15:27

EZOMEB

Komposisi:
Esomeprazole sodium steril (lyophilized) setara dengan esomeprazole 40 mg

Bentuk Sediaan:
Vial 40 mg serbuk injeksi steril

Farmakologi:
Esomeprazole merupakan penghambat pompa proton, secara spesifik menghambat enzim H+/K+-ATPase, pompa asam, produksi asam basal serta produksi asam yang terstimulasi

Indikasi:
Ketika pemberian oral tidak memungkinkan, baik penanganan refluks asam lambung (GERD) pada pasien dengan radang saluran kerongkongan makanan (esofagitis), maupun penanganan luka lambung yang menggaung (ulkus) akibat terapi obat anti radang.

Dosis:
· Pengobatan refluks-esofagitis: 40 mg sekali sehari
- Pengobatan ulkus lambung akibat obat anti radang: 20 mg sekali sehari

Cara pemberian:
Injeksi intravena
Dosis 40 mg
Larutan yang telah direkonstitusi (dilarutkan) harus diberikan dengan cara injeksi intravena selama minimal 3 menit.

Dosis 20 mg
Setengah dari larutan yang telah direkonstitusi harus diberikan dengan cara injeksi intravena selama minimal 3 menit. Larutan yang tidak digunakan harus dibuang.

Infus
Dosis 40 mg
Larutan yang telah direkonstitusi harus diberikan dengan cara infus intravena selama 10-30 menit.

Dosis 20 mg
Setengah dari larutan yang telah direkonstitusi harus diberikan dengan cara infus intravena selama 10-30 menit. Larutan yang tidak digunakan harus dibuang.

Anak-anak dan remaja
Esomeprazole intravena tidak digunakan pada anak-anak dan remaja karena belum ada data yang tersedia.

Gangguan fungsi ginjal
Penyesuaian dosis tidak diperlukan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Karena terbatasnya penelitian pada pasien dengan gangguan ginjal berat, maka hati-hati jika digunakan pada pasien ini.

Gangguan fungsi hati
Penyesuaian dosis tidak diperlukan pada pasien dengan fungsi hati ringan hingga sedang. Untuk pasien dengan gangguan fungsi hati berat, dosis maksimum esomeprazole per hari tidak boleh melebihi 20 mg.

Lanjut usia
Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada pasien lanjut usia.

Kontraindikasi:
Hipersensitivitas terhadap komponen aktif esomeprazole atau benzimidazole lain atau komponen lain dari produk ini.
Esomeprazole, seperti penghambat pompa proton yang lain, tidak boleh diberikan dengan atazanavir.

Peringatan dan Perhatian:
• Setiap ada gejala yang mengkhawatirkan (seperti penurunan berat badan yang signifikan secara tidak sengaja, muntah yang berulang, disfagia, hematemesis, atau melena) dan bila diduga adanya ulkus pada lambung, keganasan harus disingkirkan, karena pengobatan dengan esomeprazole akan mengurangi gejala dan menunda diagnosis.
• Pengobatan dengan menggunakan penghambat pompa proton dapat sedikit meningkatkan risiko infeksi saluran cerna, seperti Salmonella dan Campylobacter.
• Penggunaan secara bersamaan antara esomeprazole dengan atazanavir tidak direkomendasikan. Apabila kombinasi antara atazanavir dan penghambat pompa proton tidak dapat dihindari, maka pemantauan klinis yang ketat direkomendasikan dengan peningkatan dosis atazanavir hingga 400 mg dengan 100 mg ritonavir, esomeprazole tidak boleh melebihi 20 mg.
• Esomeprazole merupakan penghambat CYP2C19. Kemungkinan interaksi dengan obat yang dimetabolisme oleh CYP2C19 harus dipertimbangkan ketika memulai dan mengakhiri pengobatan dengan esomeprazole. Diketahui adanya interaksi antara clopidogrel dan omeprazole. Relevansi klinis untuk interaksi tersebut tidak diketahui secara pasti. Sebagai perhatian, penggunaan bersamaan esomeprazole dengan clopidogrel harus dikurangi.

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, nyeri perut, konstipasi, diare, perut kembung, mual/muntah dan reaksi pada tempat pemberian