Efrala

Oleh Jane Cherub pada September 27, 2018 18:38

EFRALA

Komposisi;
Tiap mL injeksi mengandung:
Norepinephrine bitartrate setara dengan norepinephrine 1 mg.

Bentuk sediaan:
Cairan injeksi dalam ampul 4 mL.

Farmakologi:
Norepinephrine berfungsi sebagai vasokonstriktor pembuluh darah tepi (aksi a-adrenergik), stimulator inotropik jantung, dan dilator pembuluh arteri koroner (aksi b-adrenergik).

Indikasi:
· 
Untuk mengendalikan tekanan darah pada kasus-kasus hipotensi akut tertentu (misalnya: feokromositomektomi, simpatektomi, poliomielitis, anestesi spinal, infark miokard, septikemia, transfusi darah, dan reaksi obat).
·  Sebagai terapi penunjang pada kasus-kasus henti jantung dan hipotensi berat.

Dosis dan Cara Pemberian:
-
  EFRALA merupakan obat yang pekat, sehingga harus diencerkan terlebih dahulu sebelum diberikan melalui infus intravena.    -  Pemberian infus EFRALA harus dilakukan melalui pembuluh vena besar.
-  Tambahkan satu ampul (4 mg/4 mL) EFRALA ke dalam 1000 mL larutan yang mengandung dextrose 5%. Tiap mL larutan hasil   pengenceran tersebut mengandung 4 mcg EFRALA.
-  Dosis awal: 2 - 3 mL (dari 8 - 12 mcg cairan dasar) tiap menit.
-  Dosis rumatan yang dianjurkan: antara 0,5 - 1 mL tiap menit (dari 2 - 4 mcg cairan dasar) .

Kontraindikasi:
Pasien yang mengalami hipotensi karena karena defisit volume darah
-  Pasien dengan thrombosis vaskuler mesenterik atau perifer
-  Selama tindakan anestesi dengan cyclopropane dan halothane

Peringatan dan perhatian:
Pasien yang mendapat terapi monoamine oxidase inhibitor (MAOI) atau antidepresan jenis tryptylline atau imipramine
-  Penderita asma
-  Monitoring tekanan darah berkala setiap 2 menit sejak dimulainya pemberian obat sampai didapatkan tekanan darah yang diinginkan, kemudian setiap 5 menit jika pemberian obat akan dilanjutkan untuk mencegah overdosis (terjadi hipertensi)
-  EFRALA sebaiknya diberikan pada pembuluh vena besar (terutama antekubital) untuk meminimalkan risiko nekrosis kulit di atasnya. Hindari teknik kateter tie-in; pemberian melalui vena di kaki pada pasien usia lanjut atau menderita penyakit vaskuler oklusif (seperti aterosklerosis, arteriosklerosis, endarteritis diabetikum, Buerger's disease)

Interaksi obat:
Anestetik cyclopropane dan halothane dapat meningkatkan iritabilitas otonom jantung dan mensensitisasi miokardium terhadap aksi norepinephrine yang diberikan secara intravena
-  EFRALA harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang diterapi dengan monoamine oxidase inhibitors (MAOI) atau antidepresan jenis tryptyline atau imipramine, karena dapat mengakibatkan hipertensi berat yang berlangsung lama.

Efek samping:
Tubuh keseluruhan          : cedera iskemik yang disebabkan oleh efek vasokonstriktor yang kuat dan hipoksia jaringan.
-  Sistem kardiovaskuler     : bradikardia (yang mungkin terjadi karena refleks  akibat peningkatan tekanan darah), aritmia.
-  Sistem saraf                       : kecemasan, sakit kepala sementara.
-  Sistem pernapasan          : kesukaran bernapas.
-  Kulit                                     : nekrosis ekstravasasi pada tempat injeksi.

Penyimpanan:
Simpan di bawah suhu 25° C serta lindungi dari panas dan cahaya.