Skizon

Oleh Lupita Wijaya pada August 14, 2018 06:00

Skizon

Komposisi:
Betamethasone dipropionate 0,64 mg

Bentuk Sediaan:
Krim 5 mg dan 10 mg

Farmakologi:
Betamethasone dipropionate bekerja sebagai antiinflamasi, antipruritus dan vasokonstriktif (gol steroid) topical.

Indikasi:
Kondisi-kondisi inflamasi, alergi imunologi dan gatal-gatal pada kulit dan dermatosis lain yang responsif terhadap kortikosteroid, misal psoriasis, dermatitis dan lichen planus.

Dosis:
Oleskan tipis-tipis skizon pada daerah lesi 1 dan 2 kali sehari (pagi dan malam hari).

Kontraindikasi:
- Penderita hipersensitif terhadap Betamethasone dipropionate.
- Rosacea, acne, perioral dermatitis, perianal dan genital pruritis.
- Tuberkulosis kulit dan lesi pada kulit yang disebabkan oleh virus terutama Herpes simplex, Vacinia,
Varicella
-Infeksi bakteri atau virus pada kulit, napkin eruptions.

Peringatan dan Perhatian:
- Jika terjadi iritasi atau sensitisasi, pengobatan harus dihentikan
- Kemungkinan terjadi peningkatan absorpsi sistemik jika digunakan secara luas pada tubuh
- Hati-hati pada penggunaan jangka lama, lesi yang luas, pada bayi dan wanita menyusui oleh karena
ada kemungkinan absorpsi sistemik
- Absorpsi sistemik dari kortikosteroid akan meningkat bila digunakan dengan pembalut oklusif atau
pengobatan pada bagian yang ekstensif
- Penggunaan pada anak-anak dapat menyebabkan supresi adrenal yang dapat menghambat
pertumbuhan anak-anak. Jangan digunakan pada anak-anak di bawah umur 2 tahun
-Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui
- Tidak digunakan pada mata
- Hanya untuk pemakaian luar

Efek Samping:
- Efek samping lokal biasanya jarang terjadi, yang lebih umum berupa rasa terbakar, kulit kering dan rasa iritasi.
- Efek samping lainnya yang pernah dilaporkan dengan pemberian kortikosteroid antara lain hipertrikosis, hipopigmentasi, dermatitis kontak alergi dan atropi kulit.
- Pemakaian pembalut oklusif dapat meningkatkan insiden maserasi kulit, infeksi sekunder, atropi kulit, strial dan miliaria.