Ribacter

Oleh Johan Indra Lukito pada December 05, 2017 09:27

Komposisi:
Doripenem 

Bentuk Sediaan:
Vial 500 mg

Farmakologi:
Doripenem merupakan anti-bakteri sintetik golongan carbapenem. Doripenem memiliki aktivitas bakterisidal dengan menghambat biosintesis dinding sel bakteri. 

Rerata ikatan doripenem dengan protein plasma sekitar 8,1% dan tidak tergantung pada kadarnya dalam plasma. Doripenem berpenetrasi dengan baik ke dalam cairan dan jaringan tubuh. Doripenem dieliminasi terutama melalui ginjal. 

Indikasi:
Doripenem diindikasikan untuk terapi infeksi pada orang dewasa berikut ini:
- Pneumonia nosokomial (termasuk pneumonia yang berkaitan dengan ventilator)
- Infeksi intra-abdominal dengan komplikasi

Dosis:
- Pneumonia nosokomial (termasuk pneumonia yang berkaitan dengan ventilator) : 500 mg tiap 8 jam, diberikan melalui infus selama 1 atau 4 jam.
- Infeksi intra-abdominal dengan komplikasi : 500 mg tiap 8 jam, diberikan melalui infus selama 1 jam.

Kontraindikasi:
- Hipersensitif terhadap bahan aktif
- Hipersensitif terhadap anti-bakteri golongan carbapenem lain
- Hipersensitif berat (misalnya reaksi anafilaktik, reaksi kulit yang berat) terhadap anti-bakteri golongan beta-lactam lain (misalnya penicillin atau cephalosporin)

Peringatan dan Perhatian:
- Hati-hati menggunakan obat ini bila Anda memiliki riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap antibiotik golongan carbapenem dan beta-lactam lainnya. 
- doripenem sebaiknya tidak diberikan selama kehamilan, kecuali bila sangat diperlukan.
- Pada ibu menyusui, tidak diketahui apakah doripenem diekskresikan dalam ASI.

Efek Samping:

Efek samping paling umum dapat berupa mual, diare, sakit kepala, ruam / kemerahan pada kulit.

Komposisi:
Bentuk Sediaan:
Vial 500 mg

Farmakologi:

Doripenem merupakan anti-bakteri sintetik golongan carbapenem. Doripenem memiliki aktivitas bakterisidal dengan menghambat biosintesis dinding sel bakteri. Rerata ikatan doripenem dengan protein plasma sekitar 8,1% dan tidak tergantung pada kadarnya dalam plasma. Doripenem berpenetrasi dengan baik ke dalam cairan dan jaringan tubuh. Doripenem dieliminasi terutama melalui ginjal.

Indikasi:

Doripenem diindikasikan untuk terapi infeksi pada orang dewasa berikut ini:
- Pneumonia nosokomial
- Infeksi intra-abdominal dengan komplikasi

Dosis:
- Pneumonia nosokomial: 500 mg tiap 8 jam, diberikan melalui infus selama 1 atau 4 jam.
- Infeksi intra-abdominal dengan komplikasi : 500 mg tiap 8 jam, diberikan melalui infus selama 1 jam.


Kontraindikasi:

- Hipersensitif terhadap bahan aktif 
- Hipersensitif terhadap anti-bakteri golongan carbapenem lain
- Hipersensitif berat (misalnya reaksi anafilaktik, reaksi kulit yang berat) terhadap anti-bakteri golongan beta-lactam lain (misalnya penicillin atau cephalosporin)

Peringatan dan Perhatian:
- Hati-hati menggunakan obat ini bila Anda memiliki riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap antibiotik golongan carbapenem dan beta-lactam lainnya.
- Doripenem sebaiknya tidak diberikan selama kehamilan, kecuali bila sangat diperlukan.

- Pada ibu menyusui, tidak diketahui apakah doripenem diekskresikan dalam ASI.


Efek Samping:
Efek samping paling umum dapat berupa mual, diare, sakit kepala, ruam / kemerahan pada kulit.





Frequently Asked Questions

FARMAKOLOGI

Tanya : Apakah FDA menyetujui penggunaan doripenem untuk anak?
Jawab : USFDA hingga saat ini belum menyetujui penggunaan untuk pasien berusia < 18 tahun.

INDIKASI

Tanya : Apakah Ribacter dapat dipakai untuk bakteri yang resisten carbapenem?
Jawab : berdasarkan literatur, sekitar 29% isolat P. aeruginosa yang resisten terhadap carbapenem ternyata tetap sensitif terhadap doripenem.

PEMBERIAN

Tanya : Bagaimana cara persiapan infus Ribacter 250 mg?
Jawab :
• Tambahkan 10 mL sterile water for injection atau NaCl 0,9% ke dalam vial Ribacter 500 mg dan dan kocok hingga membentuk larutan. Konsentrasi hasil kira-kira 50 mg/mL. PERHATIAN: HASIL REKONSTITUSI TIDAK BOLEH UNTUK INJEKSI LANGSUNG.
• Ambillah larutan tersebut dengan menggunakan spuit 21 G dan tambahkan ke dalam cairan infus NaCl 0,9% dan dextrose 5% sebanyak 100 mL dan campurkan hingga rata.
• Keluarkan 55 mL larutan dari kantong infus dan buang.
• Infus larutan yang tersisa, yang mengandung 250 mg (kira-kira 4,5 mg/mL).

Tanya : Antibiotik apa saja yang bisa digunakan untuk sulih terapi Ribacter?
Jawab : Berdasarkan penelitian, Amoxicillin/Clavulanate dan Levofloxacin dapat digunakan untuk sulih terapi Ribacter. Pemilihan antibiotik tersebut disesuaikan dengan kondisi penyakit dan pasien.

 

Related Articles

Bactesyn BACTESYN Komposisi: Ampicillin + Sulbactam.   Bentuk Sediaan: Vial 750 mg dan 1500 mg. Tablet 375 mg.   Farmakologi: Kombin...
Broadced BROADCED Komposisi: Ceftriaxone Bentuk Sediaan: - Vial Ceftriaxone (Broadced) 1 g + ampul Sterile Water for Injection 10 ml - Hospital Pack, ...
Cefazol CEFAZOL Komposisi: Cefazolin. Bentuk Sediaan: Vial 1 g. Farmakologi: Cephalosporin generasi 1 pareteral. Bekerja menghambat Penicill...
Cefizox CEFIZOX Komposisi: Ceftizoxime Bentuk Sediaan: Vial 1 gram Farmakologi: Antibiotik cephalosporin generasi ketiga. Bekerja menghambat sint...
Cefspan CEFSPAN Komposisi: Cefixime Bentuk Sediaan: Kapsul 100 mg, Tablet 200 mg, Dry syrup 100 mg / 5 mL Farmakologi: Cephalosporin generasi 3 oral. ...