Sincronik

Oleh Admin Kalbe Medical pada December 30, 2014 09:10




Sincronik


Komposisi:
Tramadol Hydrochloride 37,5 mg + Paracetamol 325 mg

Bentuk Sediaan:
Kaplet salut selaput

Farmakologi:

Tramadol adalah analgesik opioid sintetik yang bekerja secara sentral. Paracetamol adalah analgesik non-opioid, non-salisilat. Keduanya bekerja sebagai analgesik sentral.

Indikasi:

Terapi jangka pendek nyeri akut

Dosis:
Dewasa ( > 18 tahun) : 1-2 kaplet, tiap 4-6 jam
Dosis dapat disesuaikan sesuai kebutuhan hingga maksimum 8 kaplet per hari.
Keamanan dan efektivitas dari tramadol/paracetamol pada populasi pediatri belum diketahui secara jelas.

Kontraindikasi:
-    Hipersensitif terhadap tramadol, paracetamol, dan komponen lain dari produk ini atau opioid
-    Intoksikasi akut dengan bahan-bahan sebagai berikut: alkohol, hipnotik, narcotic, analgesik kerja sentral, opioid, atau obat-obat psikotropika

Peringatan dan Perhatian:

Pemberian obat bersamaan dengan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), antidepresan tricyclic, opioid, MAO inhibitor, dan obat neuroleptik dapat meningkatkan risiko kejang.
Hati-hati diberikan pada pasien yang mendapat obat anestesi, sedatif hipnotik, alkohol, dan pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial atau cedera kepala karena dapat menyebabkan depresi pernapasan dan SSP.

Efek Samping:
Mual, pusing, dan mengantuk.
Efek samping lain yang jarang terjadi: asthenia, fatique, hot flushes, tremor, gangguan pencernaan, dan reaksi hipersentivitas yang hilang bila obat dihentikan.


Klik di sini, untuk membaca News terkait produk


Frequently Asked Questions

FARMAKOLOGI

INDIKASI/KEGUNAAN

EFIKASI

CARA PEMBERIAN/PENGGUNAAN

PASIEN KHUSUS/PERHATIAN

INTERAKSI OBAT

EFEK SAMPING

PENYIMPANAN 





FARMAKOLOGI

Jawab:
SINCRONIK bekerja secara sentral di mana tramadol merupakan analgesik opioid yang menghambat receptor opioid-µ (miu) dan paracetamol merupakan analgesik non-opioid dan non-salicylate yang menghambat pembentukan prostaglandin di sentral serta meningkatkan ambang batas nyeri.



INDIKASI/KEGUNAAN

Jawab: 
SINCRONIK bisa digunakan sebagai terapi jangka pendek untuk nyeri akut, seperti pada nyeri pascaoperasi. Beberapa penelitian juga menunjukkan hasil yang baik untuk kombinasi tramadol/paracetamol pada kasus artritis pada pasien yang tidak adekuat dengan pemberian NSAID saja. SINCRONIK juga dapat diberikan pada kasus migren, fibromialgia, dan neuropati, yang dikombinasikan dengan pregabalin atau gabapentin.

Jawab:
Obat ini memang dapat mengatasi nyeri kronik, namun akan lebih baik hasilnya jika dikombinasikan dengan obat lain, seperti pregabalin untuk mengatasi nyeri neuropati yang kerap terjadi pada nyeri kronik.



EFIKASI

Jawab: 
Berdasarkan penelitian, kombinasi tramadol/paracetamol efektif untuk nyeri derajat sedang hingga berat.

Jawab:
Berdasarkan uji klinik yang ada, penggunaan sediaan kombinasi tramadol/paracetamol lebih baik dibanding obat tunggalnya dengan dosis yang hampir identik, di mana sediaan kombinasi mampu memberikan onset yang lebih cepat dan lama kerja analgesik yang lebih panjang (lebih lama waktu yang diperlukan untuk pemberian analgesik kembali).

Jawab:
Belum ada studi yang membandingkan secara langsung kombinasi tramadol/paracetamol dengan kombinasi tramadol/ibuprofen. Studi yang ada adalah studi perbandingan kombinasi tramadol/paracetamol dengan sediaan tunggal masing-masing komponennya atau dengan NSAID, di mana efektivitas kombinasi tramadol/paracetamol sama dengan NSAID namun dengan efek samping yang lebih minimal dibanding NSAID.



CARA PEMBERIAN/PENGGUNAAN

Jawab:
Berdasarkan penelitan yang ada, salah satunya menyebutkan bahwa penggunaan kombinasi tramadol/paracetamol selama 3 bulan (91 hari), masih terbukti aman dan efektif untuk mengatasi keadaan fibromialgia.

Jawab:
SINCRONIK dapat diberikan hingga maksimal 8 kaplet per hari.

Jawab:
SINCRONIK dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Jawab:
SINCRONIK dapat dijadikan sebagai salah satu regimen dalam terapi analgesia multimodal yang dapat dikombinasikan dengan obat analgesik lain, seperti golongan NSAID, ataupun penggunaan kortikosteroid dan antikonvulsan, misalnya pregabalin. Dalam salah satu penelitian, sediaan kombinasi tramadol/paracetamol yang dikombinasikan dengan NSAID, menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding pemberian NSAID saja, terutama dalam hal penghilangan rasa nyerinya.

Jawab:
Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, kombinasi tramadol/paracetamol aman diberikan sampai 3 bulan. Kombinasi tramadol/paracetamol pernah diberikan hingga 2 tahun pada penelitian observasional. Hanya saja ada beberapa efek samping yang bisa muncul pada penggunaan jangka panjang, seperti konstipasi dan mulut kering.



PASIEN KHUSUS/PERHATIAN

Jawab:
Keamanan dan efikasi kombinasi tramadol/paracetamol pada anak usia di bawah 18 tahun belum diketahui secara jelas.

Jawab:
Tidak ada perbedaan keamanan dan farmakokinetik yang nyata antara orang dengan usia 65 tahun dengan orang dengan usia yang lebih muda. Namun, pemilihan dosis pada pasien usia lanjut harus dilakukan dengan hati-hati, sesuai dengan fungsi hati, ginjal, dan jantung, penyakit penyerta, serta penggunaan obat lainnya.

Jawab: 
Belum ada data keamanan penggunaan kombinasi tramadol/paracetamol pada ibu hamil, sehingga obat ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.

Jawab: 
Penggunaan kombinasi tramadol/paracetamol pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal belum diketahui secara jelas. Pada pasien dengan bersihkan kreatinin kurang dari 30 mL/menit, dianjurkan pemberian dengan interval dosis yang ditingkatkan menjadi tidak lebih dari 2 kaplet setiap 12 jam.

Jawab: 
Penggunaan kombinasi tramadol/paracetamol pada pasien dengan gangguan fungsi hati belum diketahui secara jelas sehingga obat ini tidak direkomendasikan pada pasien dengan gangguan fungsi hati.



INTERAKSI OBAT

Jawab: 
Pemberian bersamaan dengan obat SSRI, antidepresan tricyclic, opioid, MAO inhibitor, dan obat neuroleptik dapat meningkatkan risiko kejang.
Hati-hati pemberian pada pasien yang mendapat obat anestesi, sedatif hipnotik, dan alkohol, karena dapat menyebabkan depresi pernapasan dan SSP.



EFEK SAMPING

Jawab: 
Berdasarkan penelitian, efek samping kombinasi tramadol/paracetamol yang paling sering dilaporkan adalah mual, pusing, mengantuk, akan tetapi hal ini bersifat individual. Untuk mual umumnya angka prevalensi tertinggi terjadi pada populasi pasien wanita dan usia muda. Profilaksis pencegahan mual ini antara lain dengan pemberian golongan ondansetron.

Jawab:
Salah satu cara untuk mencegah efek samping mual dari SINCRONIK adalah dengan pemberian antiemetic yang bekerja sentral, seperti ondansetron dengan loading dose 8 mg, 30 menit sebelum pemberian SINCRONIK dan dosis berulang 4 mg.



PENYIMPANAN 

Jawab:
SINCRONIK disimpan pada suhu di bawah 30°C.