Oleh admin kalbemed pada July 12, 2018 06:00

Kadar Zinc Rendah, Memperburuk Pasien Stroke

Zinc merupakan salah satu trace elements terbanyak di dalam tubuh. Yang kedua adalah besi, menjadi perantara beberapa fungsi fisiologi penting dan berfungsi untuk memelihara sistem imun dan proses metabolik. Studi preklinik secara khusus menilai peranan zinc pada iskemia serebral. Namun apakah zinc memberi efek neuroprotective dan neurotoxic selama iskemia serebral belum diketahui.

Tidak ada studi klinik yang menilai hubungan antara kadar zinc pada stroke dan transient ischemic attack (TIA). Rerata kadar zinc dilaporkan bervariasi pada orang sehat, yaitu antara 70±32 mcg/dL sampai 105,2 mcg/dL. Kadar ini makin lama makin menurun seiring dengan bertambahnya usia, namun pada penderita diabetes cenderung lebih stabil sepanjang hidupnya. Tidak ada perbedaan spesifik konsentrasi zinc plasma terhadap jenis kelamin pada individu sehat dan diabetes. Dari literatur diketahui bahwa kadar zinc pada pasien TIA dan iskemia serebral menurun (<65 mcg/dL), hal ini dihubungkan dengan meningkatnya derajat beratnya stroke (NIHSS>8) dan buruknya status fungsional selama perawatan.

Suatu studi yang dilakukan di Amerika dengan tujuan untuk menilai hubungan antara kadar zinc dan outcome pasien stroke. Desain dan metodenya adalah single center retrospective, dengan mengumpulkan 158 pasien stroke dan 74 pasien TIA. Kemudian disimpulkan bahwa konsentrasi zinc pada pasien stroke iskemia akut berhubungan dengan derajat beratnya stroke dan buruknya status fungsional selama perawatan. Hasilnya menunjukkan dari 224 pasien yang dianalisa, terdapat 35,7% pasien dengan kadar zinc yang rendah (<65 mcg/dL). Pasien dengan stroke mempunyai kadar zinc yang lebih rendah didandingkan dengan pasien TIA. Dari analisis multivariat juga menunjukkan bahwa rendahnya kadar zinc menyebabkan lama perawatan lebih lama dan status fungsional lebih buruk pada pasien stroke. [LAI]


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. B Archit, et al. Clinical Significance of Serum Zinc Levels in Cerebral Ischemia. Stroke Research and Treatment 2010. doi:10.4061/2010/245715.
2. SL Galasso, RH Dyck. The role of zinc in cerebral ischemia. Molecular Medicine.     2007;13(7-8):380–87.

Related Articles

Erdosteine Menurunkan Pelepasan Mediator Inflamasi Pasien PPOK Berat Erdosteine merupakan agen mukolitik yang mempunyai efek antioksidan dan antiinflamasi, yang telah menunjukkan perbaikan fungsi paru, penurunan kadar s...
Vitamin C Membantu Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Pelajar Ansietas (kecemasan) merupakan respons terhadap ancaman yang tidak diketahui, tidak jelas, atau internal yang dapat mengubah sinyal fisiologi. Sehingg...
Manfaat Probiotik pada Penanganan Jaundice pada Anak Baru Lahir Jaundice pada usia neonatus merupakan salah satu kondisi umum yang membutuhkan penanganan medis dan mengenai 2,4-15% dari bayi baru lahir dalam usia 2...
Suplementasi Vitamin D Pada kehamilan Mencegah Autisme Anak Vitamin D merupakan bagian dari keluarga besar ligan yang memberikan sinyal melalui reseptor nukleus termasuk testosteron, estrogen, kortikosteron, ho...
Probiotik Meningkatkan Seroprotektif dari Vaksin Influenza Influenza, gangguan sistem saluran pernapasan yang sering ditemui di musim hujan. Saat mengalami flu banyak yang pengalaman tidak menyenangkan terjadi...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.