Oleh admin kalbemed pada June 12, 2018 06:00

Adakah Manfaat Vitamin D pada Pasien Kritis ?

Dalam suatu penelitian observasional selama 11 tahun pada pasien dengan penyakit kritis, hipovitaminosis D merupakan faktor risiko untuk menimbulkan terjadinya komplikasi seperti biakan darah positif, sepsis, dan mortalitas. Kaitan tersebut dapat dijelaskan dengan hasil dari analisis in vitro sebelumnya yang menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dengan mengakibatkan defek pada fungsi makrofag (fagositosis, kemotaksis, dan produksi sitokin proinflamasi).

 

Meskipun 25-hydroxyvitamin D (cholecalciferol) merupakan salah satu yang dipercaya hanya terlibat dalam metabolisme kalsium dan pertumbuhan tulang, namun saat ini diketahui bahwa cholecalciferol mempunyai efek pleiotropik pada fungsi imun, endotel, dan mukosa.

 

Dalam suatu penelitian restrospektif, para peneliti meneliti efek defisiensi vitamin D pada pasien dengan penyakit kritis. Subyek penelitiannya sebanyak 2399 pasien dewasa yang diterapi di ICU antara tahun 1997 sampai April 2009. Usia rata-rata pasien 64,9 tahun, dengan kadar vitamin D rata-rata 26,4 ng/mL. Kebanyakan pengukuran vitamin D dilakukan 6 bulan sebelum masuk ICU (29,8% 1 bulan, 51,6% 3 bulan, dan 73,3% 6 bulan). Vitamin D dikategorikan defisiensi (<15 ng/mL), insufisiensi (16-29 ng/mL), atau sufisiensi (>30 ng/mL).

 

Hasilnya menunjukkan bahwa sepsis atau biakan darah positif secara bermakna lebih sering pada pasien dengan defisiensi vitamin D dibanding pada pasien dengan sufisiensi vitamin D. Risiko mortalitas pada 30 hari 1,4 kali lebih tinggi pada pasien dengan insufisiensi vitamin D dan 1,7 kali lipat lebih tinggi pada pasien dengan defisiensi vitamin D dibanding pasien dengan sufisiensi vitamin D. Hasil yang sama juga ditemukan pada mortalitas di rumah sakit, 90 hari dan 365 hari.[LAI]

 


Image: Ilustrasi

Referensi:

1. Lucidarme O, Messai E, Mazzoni T, Arcade M, Chevron D. Incidence and risk factors of vitamin D deficiency in critically ill patients: results from a prospective observational study. Intensive Care Medicine 2010;36(9):1609-11.
2. Zhang YP, et al. Association between vitamin D deficiency and mortality in critically ill adult patients: a meta-analysis of cohort studies. Critical Care. 2014;18:684.

Related Articles

Terapi Adjuvan Probiotik Mencegah Rehospitalisasi Pasien dengan Mania Akut Pada pasien dengan penyakit mania terdapat hipotesis bahwa abnormalitas imunologi terlibat dalam patogenesis perubahan mood akut serta telah terbukti ...
Statin Jangka Panjang, Tidak Memberikan Dampak Bermakna pada Keluhan Saluran Cerna Obat golongan statin termasuk kedalam obat yang sering digunakan dan konsumsinya saat ini meningkat karena ACC (American College of Cardiology) dan AH...
Probiotik Menurunkan Kejadian Pneumonia pada Pemakaian Ventilator Pneumonia terkait ventilator (VAP/ Ventilator associated Penumonia) masih menjadi penyebab penting dari morbiditas dan mortalitas pasien-pasien yang m...
Vaksinasi Influenza pada Lansia, Mampu Mengurangi Risiko Kejadian Stroke Influenza adalah penyakit infeksi virus pada saluran napas atas dengan gejala demam, batuk, pilek dan sakit kepala. Penyakit ini adalah salah satu pen...
Konsumsi Kopi Bermanfaat untuk Kesehatan Organ Hati. Kopi adalah minuman kedua tersering yang paling populer di dunia setelah air putih dan telah dikonsumsi selama berabad-abad sebelumnya. Diketahui bahw...

Comments

Jack kevin
## Jack kevin
Wednesday, June 13, 2018 4:51 PM
Google
Thomas Stewart
## Thomas Stewart
Saturday, June 23, 2018 10:38 PM
Vitamin D sure is amazing. Even though I stay busy all day with my bidforpapers review but I still manage to make some time to get Vitamin D because it is really important.

Post Comment

Only registered users may post comments.