Oleh Admin Kalbe Medical pada October 15, 2018 06:00

Potensi Astaxanthin dalam Menurunkan Tekanan Darah

Astaxanthin adalah produk natural yang merupakan karotenoid, dan didapatkan paling banyak pada organisme laut seperti microalgae, salmon, krill, udang, dan krustasea. Microalgae Haematococcus pluvialis adalah organisme yang diteliti sebagai sumber utama astaxanthin. Microalgae yang lain seperti Chlorella zofingiensis, Chlorococcum spp., dan Botrycoccus braunii juga mengandung astaxanthin. Karotenoid diketahui bermanfaat dalam melawan proses penuaan dan berbagai penyakit lain karena antioksidannya. Astaxanthin adalah jenis karotenoid xanthhophyll seperti lutein, zeaxanthin, dan cryptoxanthin yang tidak dikonversi menjadi vitamin A.

Berdasarkan review, karotenoid memiliki efektivitas untuk kanker, penyakit kardiovaskular, age-related macular degeneration, dan pembentukan katarak. Beberapa laporan penelitian menggunakan astaxanthin sebagai antioksidan poten yang bermanfaat dalam menurunkan risiko beberapa penyakit kronik. Selain itu, astaxanthin juga dapat menurunkan stres oksidatif pada sistem sarah, menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif serta punya efek anti-inflamasi dan stimulasi imun.

Dosis yang disarankan pada pasien dewasa (18 tahun ke atas) adalah 4-8 mg per oral dengan makanan. Namun, bukti klinis yang mendasari masih kurang. Pada kondisi-kondisi tertentu dosis astaxanthin dapat disesuaikan, seperti pada dispepsia dapat diberikan 40 mg per oral dibagi menjadi beberapa dosis selama 1 bulan. Untuk kulit, dapat digunakan dosis 2 mg per oral 2x sehari saat sarapan dan makan malam selama 6 minggu. Penggunaan astaxanthin 4 mg 2x sehari juga dapat membantu menghindari sunburn. Sedangkan penggunaan astaxanthin pada anak-anak belum terbukti aman dan belum ada rekomendasi dosis yang sesuai.

Pada penelitian yang dilakukan pada tikus dalam melihat efek samping astaxanthin dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan resistensi insulin. Tikus jenis Sprague-Dawley dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masing terdiri dari 8 tikus. Grup kontrol menerima diet dasar dengan tambahan sukrosa, sedangkan grup lain diberikan diet yang sama dengan tambahan captopril (30 mg/kgBB), pioglitazone (15 mg/kgBB), astaxanthin dosis rendah (25 mg/kgBB), astaxanthin dosis sedang (50 mg/kgBB), dan astaxanthin dosis tinggi (100 mg/kgBB). Beberapa tes dilakukan untuk melihat mekanisme dari efikasi astaxanthin pada tekanan darah.

Didapatkan hasil bahwa pada pemberian astaxanthin dengan dosis lebih tinggi menurunkan peningkatan tekanan darah sistolik dan meningkatkan sensitivitas insulin. Tekanan darah menurun secara konsisten dengan perubahan pada renin-angiotensin (RAS) dan nitric oxide (NO). Dari penelitian ini didapatkan bahwa astaxanthin dapat menurunkan tekanan darah dan resistensi insulin pada dosis yang tinggi lebih baik daripada penggunaan obat penurun tekanan darah. (AFY)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Yamashita E. The effect of a dietary supplement containing astaxanthin on skin condition. Carotenoid Sci. 2006;10:91-5.
2.Yoshida H, Yanai H, Ito K, Tomono Y, Koikeda T, Tsukahara H, et al. Administration of natural astaxanthin increases serum HDL-cholesterol and adiponectin in subjects with mild hyperlipidemia. Atherosclerosis. 2010;209(2):520-3.
3.Yuan JP, Peng J, Yin K, Wang JH. Potential health-promoting effects of astaxanthin: A high-value carotenoid mostly from microalgae. Mol Nutr Food Res. 2011;55(1):150-65.
4.Preuss HG, Echard B, Yamashita E, Perricone NV. High dose astaxanthin lowers blood pressure and increses insulin sensitivity in rats: Are these effect interdependent? Int J Med Sci. 2011;8(2):126-38.

Related Articles

Adakah Manfaat Vitamin D pada Pasien Kritis ? Dalam suatu penelitian observasional selama 11 tahun pada pasien dengan penyakit kritis, hipovitaminosis D merupakan faktor risiko untuk menimbulkan t...
Calcitriol Menghambat Agregasi Trombosit Pasien DM Tipe 2 Aktivasi trombosit dapat ditemukan pada kondisi inflamasi dan berdampak dalam patogenesis kondisi medis kronik seperti aterosklerosis, penyakit vaskul...
Latihan Ketahanan Tubuh Bermanfaat dalam Menekan Gejala Depresi Prevalensi depresi yang tinggi di dunia mencapai lebih dari 300 juta penduduk, merupakan sumber terjadinya absenteeism dan disabilitas dalam bekerja. ...
Probiotik Menurunkan Kejadian Pneumonia pada Pemakaian Ventilator Pneumonia terkait ventilator (VAP/ Ventilator associated Penumonia) masih menjadi penyebab penting dari morbiditas dan mortalitas pasien-pasien yang m...
Erdosteine Mengurangi Frekuensi dan Durasi Eksaserbasi PPOK PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) adalah penyakit peradangan kronik pada saluran napas bawah yang ditandai oleh sesak napas dan batuk dengan prod...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.