Oleh Admin Kalbe Medical pada April 16, 2018 07:30

Penggunaan Antioksidan sebelum Tabir Surya Efektif dalam Pengobatan Melasma

Sebuah regimen penggunaan antioksidan topikal dengan potensi tinggi yang diikuti oleh tabir surya berbasis mineral dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat sinar dan melindungi dari kerusakan baru pada pasien dengan melasma. Studi terbaru menunjukkan bahwa antioksidan mengurangi sitokin inflamasi dan kerusakan stres oksidatif. Salah satu kombinasi yang digunakan adalah vitamin C, vitamin E, ubiquinone, dan ekstrak biji anggur. Kombinasi ini secara efektif mencegah radiasi RNA pembawa pesan metaloproteinase-1 radiasi-induced matriks di kulit manusia. Kombinasi ini dapat ditemukan di beberapa tabir surya dan produk perawatan sehari-hari. Kombinasi lain yang efektif nampaknya merupakan campuran ferulic acid, tocopherol, dan vitamin C.

Dibutuhkan proses dua langkah penggunaan secara teratur menggunakan produk topikal dengan antioksidan sebelum mengoleskan tabir surya dikarenakan kedua krim ini tidak dapat digabungkan dan masih menjadi tantangan pembuatan produk untuk pembuatan tabir surya yang sekaligus mengandung antioksidan yang dapat menembus kulit. Manfaat antioksidan dapat lenyap oleh efek lanjutan dari beberapa panjang gelombang ringan yang memperparah melasma, kecuali jika digunakan secara berurutan dengan tabir surya. Tabir surya adalah komponen penting dari rejimen pengobatan melasma, dan harus digunakan setiap hari pada penderita melasma agar tidak semakin parah.

Sebuah studi tahun 2015 menunjukkan bahwa tabir surya dengan besi oksida mencegah melasma kambuh selama musim panas. Penelitian acak dengan tabir surya topikal ultraviolet yang sama, namun untuk kelompok yang satunya ditambahkan besi oksida yang dimikronisasi. Setelah 6 bulan, skor indeks keparahan melasma (median) secara signifikan lebih baik pada kelompok dengan menggunakan senyawa besi oksida.

Dukungan untuk penggunaan dua langkah muncul pada tahun 2014, ketika sebuah penelitian kecil mengelompokkan 30 sukarelawan sehat ke tabir surya SPF 30 atau tabir surya yang sama dilengkapi dengan antioksidan ekstrak biji anggur, vitamin E, ubiquinon, dan vitamin C. Penilaian utamanya adalah MMP-1 upregulation setelah terpapar UVA. Kulit yang diobati dengan rejimen kombinasi menunjukkan aktivasi MMP-1 yang jauh lebih rendah, yang membuat para penulis menyimpulkan bahwa kombinasi antioksidan topikal memberi perlindungan terhadap radiasi. Pada penggunaan campuran yang lain (ferulic acid, tocopherol, dan vitamin C) juga memiliki efektivitas yang baik.

Penggunaan antioksidan kombinasi merupakan hal yang penting, karena antioksidan berbeda bekerja secara berbeda. Beberapa (katalase, glutathione peroxidase, dan superoxide dismutase) bersifat enzimatik, mengkatalisis reaksi yang mengubah radikal bebas menjadi oksigen dan air. Yang lain menghentikan radikal bebas dengan mencegah penyebaran reaksi rantai oksidatif (vitamin A dan C, flavonoid, asam urat, bilirubin, albumin, dan anggota kelompok tiol). Kelompok ketiga terdiri dari protein pengikat logam yang menyita besi atau tembaga bebas untuk mencegah produksi radikal bebas (feritin, transferinin, laktoferin, dan seruloplasmin).

Kesimpulan:
Antioksidan memiliki potensi dalam memperbaiki kerutan dan elastisitas kulit. Sementara, tabir surya memiliki fungsi untuk menahan serangan cahaya matahari. Penggunaan antioksidan sebelum penggunaan tabir surya merupakan terapi yang efektif untuk mencegah keparahan melasma dan menjadi terapi dalam memperbaiki melasma. (AFY)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Sullivan MG. Antioxidants plus sunscreens may be two-punch knockout for melasma. Dermatology news [Internet]. 20 Maret 2017 [cited 2018 Januari 30]. Available from: https://www.mdedge.com/edermatologynews/article/133815/pigmentation-disorders/antioxidants-plus-sunscreens-may-be-two-punch
2.Kaye ET, Levin JA, Blank IH, Arndt KA, Anderson RR. Efficiency of opaque photoprotective agents in the visible light range. Arch of Dermatol 1991;127:351-5
3.Boukari F, Jourdan E, Fontas E, Montaudie H, Castela E, Lacour JP, et al. Prevention of melasma relapses with sunscreen combining protection against UV and short wavelengths of visible light: A prospective randomized comparative trial. J Am Acad Dermatol. 2015;72 [1]: 189-90.e1
4.Grether BS, Marini A, Jaenicke T, Krutmann J. Effective photoprotection of human skin against infrared A radiation by topically applied antioxidants: Results from a vehicle controlled, double-blind, randomized study. Photochem Photobiol. 2015;91(1):248-50
5.Grether BS, Marini A, Jaenicke T, Krutmann J. Photoprotection of human skin beyond ultraviolet radiation. Photodermatol Photoimmunol Photomed. 2014;30:167-74

Related Articles

Manfaat Metformin dalam Menurunkan Kematian Semua Sebab dan Munculnya Penyakit Usia Tua Proses penuaan dicirikan dengan adanya kerusakan progresif pada tingkat sel dan organ karena mekanisme tubuh untuk melakukan upaya pencegahan dan perb...
Pemberian Doripenem pada Pasien Hemodialisis Infeksi Pseudomonas aeruginosa adalah masalah kesehatan global yang penting, karena hanya beberapa jenis antibiotik saja yang efektif untuk mengobati ...
Manfaat Pemberian Suplemen SOD pada Terjadinya Kehamilan dengan Cara Inseminasi Intrauterin Saat ini, telah banyak berkembang teknologi reproduksi terbaru untuk menciptakan terjadinya kehamilan. Prosedur inseminasi intrauterine merupakan yang...
Efikasi dan Keamanan Penggunaan Aloclair Gel pada Anak Sebuah penelitian dilakukan untuk menilai efikasi dan keamanan penggunaan obat Aloclair pada anak yang dilakukan dari 2 Januari - 28 Februari 2002. Pe...
Kondisi Pre-diabetes Meningkatkan Risiko Menderita Penyakit Jantung dan Ginjal Temuan dari meta-analisis, studi observasional, dan studi klinik acak menunjukkan bahwa pasien dengan kondisi pre-diabetes memiliki 3-12 kali lipat pe...