Oleh Admin Kalbe Medical pada April 12, 2018 07:30

Suplementasi Jus Bit untuk Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan tantangan kesehatan global yang besar dengan angka kejadian tinggi dan banyak komplikasi yang tidak diinginkan, meliputi penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit ginjal kronis. Selain obat-obatan anti-hipertensi, terdapat beberapa terapi pelengkap dan alternatif yang biasanya digunakan untuk mengobati hipertensi, seperti suplemen makanan, makanan fungsional, rempah-rempah tradisional, dan meditasi.

Tanaman bit (Beta vulgaris) telah mendapat sorotan sebagai senyawa ergogenik dan suplemen multitargeted dalam kelainan fungsi pembuluh darah, aterosklerosis, kelainan jantung paru, dan diabetes. Kandungan NO3 inorganik bit yang tinggi juga membuatnya dikenal sebagai terapi pelengkap untuk hipertensi. Terdapat hipotesis bahwa suplementasi NO3 inorganik dapat mengimbangi jalur NO-disrupted pada hipertensi dan meningkatkan bioavailabilitas NO, sebuah mediator fisiologis penting dalam pengaturan tekanan darah. Selain NO3 inorganik, bit juga merupakan sumber yang kaya akan beberapa fitokimia biologis aktif seperti betalains (betacyanins dan betaxanthins), flavonoid, dan polifenol.

Bahadoran Z, et al, membuat ulasan sistematik dan meta-analisis yang mempelajari efikasi suplementasi jus bit terhadap tekanan darah pada manusia. Dari analisis terhadap 47 kelompok perlakuan (n=650) dan 43 kontrol (n=598) ditemukan bahwa tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik secara signifikan lebih rendah pada kelompok yang mendapat suplemen jus bit dibandingkan kelompok kontrol. Rerata perbedaan TDS lebih besar pada kelompok yang mendapat suplemen jus bit dibandingkan kelompok kontrol (-5,11 mmHg banding -2,67 mmHg dan -4,78 mmHg banding -2,37 mmHg) pada durasi studi lebih panjang dibandingkan durasi singkat (≥14 hari banding <14 hari) dan dosis jus bit lebih besar dibandingkan lebih kecil (500 mL/hari banding 70 dan 140 mL/hari).

Simpulan:
Tanaman bit (Beta vulgaris) telah mendapat sorotan sebagai senyawa ergogenik dan suplemen multitargeted dalam kelainan fungsi pembuluh darah, aterosklerosis, kelainan jantung paru, dan diabetes. Literatur menunjukkan manfaat penurunan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, pada pemberian suplemen jus bit. Suplementasi jus bit dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap terapi anti-hipertensi. (JCH)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Bahadoran Z, Mirmiran P, Kabir A, Azizi F, Ghasemi A. The nitrate-independent blood pressure lowering effect of beetroot juice: A systematic review and meta-analysis. Adv Nutr. 2017;8(6):830-8.
2.Mills KT, Bundy JD, Kelly TN, Reed JE, Kearney PM, Reynolds K, et al. Global disparities of hypertension prevalence and control: A systematic analysis of population-based studies from 90 countries. Circulation 2016;134:441–50.
3.Brook RD, Appel LJ, Rubenfire M, Ogedegbe G, Bisognano JD, Elliott WJ, et al. Beyond medications and diet: alternative approaches to lowering blood pressure: A scientific statement from the American Heart Association. Hypertension 2013;61:1360–83.

Related Articles

Manfaat Metformin dalam Menurunkan Kematian Semua Sebab dan Munculnya Penyakit Usia Tua Proses penuaan dicirikan dengan adanya kerusakan progresif pada tingkat sel dan organ karena mekanisme tubuh untuk melakukan upaya pencegahan dan perb...
Pemberian Doripenem pada Pasien Hemodialisis Infeksi Pseudomonas aeruginosa adalah masalah kesehatan global yang penting, karena hanya beberapa jenis antibiotik saja yang efektif untuk mengobati ...
Manfaat Pemberian Suplemen SOD pada Terjadinya Kehamilan dengan Cara Inseminasi Intrauterin Saat ini, telah banyak berkembang teknologi reproduksi terbaru untuk menciptakan terjadinya kehamilan. Prosedur inseminasi intrauterine merupakan yang...
Efikasi dan Keamanan Penggunaan Aloclair Gel pada Anak Sebuah penelitian dilakukan untuk menilai efikasi dan keamanan penggunaan obat Aloclair pada anak yang dilakukan dari 2 Januari - 28 Februari 2002. Pe...
Kondisi Pre-diabetes Meningkatkan Risiko Menderita Penyakit Jantung dan Ginjal Temuan dari meta-analisis, studi observasional, dan studi klinik acak menunjukkan bahwa pasien dengan kondisi pre-diabetes memiliki 3-12 kali lipat pe...