Oleh Admin Kalbe Medical pada February 12, 2018 07:30

Manfaat Breastfeeding untuk Kesehatan Kardiometabolik

Nutrisi selama periode penting di awal kehidupan dapat mempengaruhi dan memprogram kesehatan kardiometabolik (jantung dan sistem metabolisme) di masa mendatang. World Health Organization merekomendasikan ASI (air susu ibu) ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, pengenalan makanan pelengkap pada usia 6 bulan, dan melanjutkan ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. Sementara American Academy of Pediatrics merekomendasikan meneruskan ASI setidaknya hingga usia 12 bulan dan dapat dilanjutkan selama ibu dan bayi menginginkannya.
   
Hubungan antara faktor risiko kardiometabolik dan durasi pemberian ASI masih belum jelas. Namun, beberapa studi cross-sectional menemukan adanya hubungan antara faktor-faktor risiko kardiometabolik dengan mendapat ASI saat kanak-kanak. Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa mendapat ASI dini berkaitan dengan tekanan darah yang lebih rendah pada median follow-up 7,5 tahun; kaitan yang lebih besar didapati pada anak-anak yang mendapat ASI setidaknya 6 bulan. Beranjak dari penemuan ini, dirumuskan hipotesis bahwa semakin lama durasi pemberian ASI dapat memberikan manfaat perlindungan terhadap risiko kardiometabolik pada kanak-kanak dalam studi yang dilakukan oleh Wong PD, et al.


Adapun faktor-faktor risiko kardiometabolik yang dimaksud adalah lingkar pinggang, tekanan darah sistolik, glukosa, kolesterol HDL (high-density lipoprotein), dan trigliserida. Studi ini mengikutsertakan 1.539 anak sehat berusia 3-6 tahun yang direkrut melalui jaringan penelitian berbasis-praktik The Applied Research Group for Kids! antara bulan Oktober 2009 dan Agustus 2015. Pada studi ini dipelajari kaitan antara durasi menyusu dan faktor-faktor risiko kardiometabolik perorangan. Rerata durasi menyusu pada studi ini selama 12,5 bulan. Durasi menyusu berkaitan dengan risiko kardiometabolik yang lebih rendah. Pada analisis faktor-faktor risiko kardiometabolik, setiap penambahan 3 bulan durasi menyusu berkaitan dengan penurunan lingkar pinggang sebesar 0,13 cm dan penurunan tekanan darah sebesar 0,16 mmHg. Dibandingkan dengan anak-anak yang menyusu selama 6-12 bulan, anak-anak yang menyusu selama 12-24 bulan memiliki tekanan darah sistolik yang lebih rendah sebesar 1,07 mmHg. Tidak ditemukan hubungan antara durasi menyusu dan risiko kardiometabolik pada mereka yang menyusu selama lebih dari 24 bulan.

Dari studi ini disimpulkan bahwa durasi menyusu berkaitan dengan risiko kardiometabolik yang lebih rendah, meskipun besarnya kaitan yang ditemukan kecil. Hubungan sebab akibatnya belum dapat disimpulkan. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. (JCH)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Wong PD, Anderson LN, Dai DDW, Parkin PC, Maguire JL, Birken CS, et al. The association of breastfeeding duration and early childhood cardiometabolic risk. J Pediatr. 2018;192:80-5.
2.American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the use of human milk (section on breastfeeding). Pediatrics 2012;129:827-41.

Related Articles

Konsumsi Antioksidan Berpotensi Bermanfaat Untuk Bercak Hitam pada Kulit Sebuah regimen penggunaan antioksidan topikal dengan potensi tinggi yang diikuti oleh tabir surya berbasis mineral dapat membantu memperbaiki kerusaka...
Probiotik Mencegah Terjadinya Pneumonia pada Pasien yang Menggunakan Ventilator Pneumonia terkait ventilator (VAP/Ventilator associated Penumonia) masih menjadi penyebab penting dari morbiditas dan mortalitas pasien-pasien yang me...
Denosumab telah Disetujui oleh US FDA untuk Pasien dengan Multipel Mieloma US FDA menyetujui perluasan indikasi denosumab untuk memasukkan penyakit multipel mieloma. Sebelumnya denosumab diindikasikan untuk pencegahan kejadia...
International Childhood Cancer Day 2018 Tanggal 15 Februari merupakan Hari Kanker Anak Internasional yang menyoroti kebutuhan akan tindakan secara global terpadu untuk mengatasi tantangan ya...
Polydeoxyribonucleotide Bermanfaat Memperbaiki Oksigenasi Jaringan Perifer dan Mempercepat Angiogenesis pada Luka Diabetes Diabetic foot ulcer (ulkus diabetes) adalah salah satu komplikasi diabetes yang terjadi sebagai luka diabetes di kaki yang tak kunjung sembuh. Ulkus d...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.