Oleh admin kalbemed pada January 12, 2018 06:30

Vitamin D Bermanfaat Terhadap Perbaikan Fungsi Paru

Peranan vitamin D pada mineralisasi tulang dan keseimbangan kalsium telah banyak diketahui. Selain itu, ada sejumlah bukti yang mendukung pengaruh vitamin D pada fungsi imun dan penyakit inflamasi. Khususnya, peranan vitamin D terhadap outcomes respirasi seperti halnya pada fungsi paru dan infeksi saluran nafas. 

Pada dekade sebelumnya, sejumlah penelitian observasional yang menilai hubungan antara status vitamin D dengan fungsi paru pada populasi umum, memicu hasil yang tidak konsisten, dimana beberapa penelitian menyebutkan adanya hubungan, dan lainnya tidak. Status vitamin D juga diteliti pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma, yang hasilnya menunjukkan adanya hubungan dengan derajat keberatan penyakit. Mekanisme pasti pengaruh vitamin D pada fungsi paru tidak diketahui, tetapi diduga vitamin D berperan pada remodeling jaringan, fungsi otot dan/atau inflamasi saluran nafas. 

Peranan vitamin D pada sistem imun telah banyak diteliti secara in vitro dan disimpulkan bahwa vitamin D mempunyai efek ganda. Pertama, vitamin D dapat menurunkan reaksi inflamasi melalui penghambatan jalur NF-kB. Kedua, vitamin D dapat meningkatkan pertahanan antimikroba dengan menginduksi produksi peptida antimikroba, dan meningkatkan efek antibakterial dan antiviral. Penelitian observasional menunjukkan bahwa status vitamin D berhubungan terbalik dengan kejadian infeksi saluran pernafasan. Khususnya, pada pasien PPOK dan asma, infeksi saluran pernafasan berperan penting terhadap terjadinya eksaserbasi, dimana hal ini merupakan penyebab utama berkembangnya penyakit, morbiditas dan mortalitas. Selain itu, status vitamin D juga berhubungan terbalik dengan terjadinya inflamasi saluran nafas pada anak dengan asma. Hal ini menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D merupakan faktor risiko terjadinya infeksi saluran pernafasan dan inflamasi. Dua penelitian pada pada pasien PPOK, menunjukkan suplementasi vitamin D dapat menurunkan kejadian eksaserbasi, tetapi hanya pada pasien dengan defisiensi vitamin D. 

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa status vitamin D berhubungan dengan fungsi paru dan inflamasi saluran nafas dipengaruhi oleh jenis kelamin dan simpanan lemak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai hubungan konsentrasi serum 25-hydroxyvitamin D (25(OH)D) terhadap fungsi paru, inflamasi saluran nafas dan terjadinya common cold. Desain dan metodenya adalah dengan analisis cross-sectional dengan subyek yang terkumpul sebanyak 6138 dari the Netherlands Epidemiology of Obesity (NEO) yang diukur serum 25(OH)D, Forced Expiratory Volume in 1 s (FEV1), Forced Vital Capacity (FVC), Fractional Exhaled Nitric Oxide (FeNO). Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif antara serum 25(OH)D dengan FEV1 dan FVC, dan hubungan negatif dengan FeNO serta terjadinya common cold. Setelah dilakukan penyesuaian, ternyata terdapat pengaruh adanya IMT yang tinggi atau pada subyek obesitas (IMT>30 kg/m2). Pada subyek obesitas hasilnya menunjukkan terjadinya peningkatan FEV1 dan FVC, sedangkan FeNO menurun seiring dengan makin meningkatnya serum 25(OH)D. (LAI)



Image: Ilustrasi
Referensi: 
1. Rachida R, Willemien T, Robert P, Renate TJ, Christian T, Pieter SH, et al. Associations of Serum 25(OH)D Concentrations with Lung Function, Airway Inflammation and Common Cold in the General Population. Nutrients. 2018;10:35. doi:10.3390/nu10010035. 
2. Hughes DA, Norton R. Vitamin D and respiratory health. Clin. Exp. Immunol. 2009;158:20–25.
3. Black PN, Scragg R. Relationship between serum 25-hydroxyvitamin D and pulmonary function in the third national health and nutrition examination survey.     Chest. 2005;128:3792–8.

Related Articles

Mouthwash Menggunakan Probiotik dapat Bermanfaat Mengontrol Terjadinya Plak Gigi dan Gingivitis Dalam sebuah literatur disebutkan bahwa dalam rongga mulut orang dewasa diperkirakan lebih dari 500 spesies dapat hidup dan berkoloni. Lebih jauh lagi...
Oligosakarida, Manfaat Lain Sebagai Laksatif Oligosakarida, selain mempunyai manfaat sebagai prebiotik, juga memberikan nilai tambah yang lain, salah satunya sebagai laksatif. Hasil penelitian me...
Benarkan Probiotik Mempunyai Efek Antioksidan? Probiotik didefinisikan sebagai mikroorganisme hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu memberikan manfaat  terhadap kesehatan pejamu.&nb...
EPA dan DHA Mampu Mempertahankan Sel CD4+ Pasien Kanker Payudara Cell-mediated immune response (IR) berperan penting pada imunoediting kanker. Sel T CD4+ dan CD8+ merupakan limfosit utama yang terlibat pada cell-med...
Anemia pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Meningkatkan Risiko Terjadinya Stroke Hemoragik Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan di Jepang, disimpulkan bahwa pasien dialisis yang mengalami anemia dengan kadar Hb 9,7 g/dL atau kurang ...

Comments

Gracie Flora
## Gracie Flora
Thursday, January 18, 2018 9:10 PM
In another asthma contemplate, analysts estimated blood levels of vitamin D and lung work in 54 grown-ups with asthma, normal age 58. The normal level of vitamin D was underneath the 30 nanograms for each milliliter of blood specialists think about adequate. Coursework Services As levels of vitamin D rose, energy to breathe out expanded, lung irritation diminished, and those with great vitamin D levels could utilize less steroid solution than those with bring down vitamin D levels.

Post Comment

Only registered users may post comments.