Oleh Admin Kalbe Medical pada July 31, 2017 07:30

Hubungan kadar Zinc dengan Iskemia Serebral

Zinc merupakan salah satu trace elements terbanyak di dalam tubuh, dan kedua adalah besi, yang menjadi perantara beberapa fungsi fisiologi penting dan berfungsi untuk memelihara sistem imun dan proses metabolik. Studi pre-klinik secara khusus dilakukan untuk menilai peranan zinc pada iskemia serebral. Namun, apakah zinc memberi efek neuroprotective dan neurotoxic selama iskemia serebral belum diketahui.

Tidak ada studi klinik yang menilai hubungan antara kadar zinc pada stroke dan transient ischemic attack (TIA). Rerata kadar zinc dilaporkan bervariasi pada orang sehat, yaitu antara 70±32 mcg/dL sampai 105,2 mcg/dL. Kadar ini semakin lama akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, namun pada penderita diabetes cenderung lebih stabil sepanjang hidupnya. Tidak ada perbedaan spesifik konsentrasi zinc plasma terhadap jenis kelamin pada individu sehat dan diabetes. Dari literatur diketahui bahwa kadar zinc pada pasien TIA dan iskemia serebral menurun (<65 mcg/dL), hal ini dihubungkan dengan meningkatnya derajat beratnya stroke (NIHSS>8) dan buruknya status fungsional selama perawatan.

Suatu studi dilakukan di Amerika dengan tujuan untuk menilai hubungan antara kadar zinc dan outcome pasien stroke. Desain dan metodenya adalah single center retrospective, dengan mengumpulkan 158 pasien stroke dan 74 pasien TIA. Kemudian disimpulkan bahwa konsentrasi zinc pada pasien stroke iskemia akut berhubungan dengan derajat beratnya stroke dan buruknya status fungsional selama perawatan. Hasilnya menunjukkan dari 224 pasien yang dianalisis, terdapat 35,7% pasien dengan kadar zinc yang rendah (<65 mcg/dL). Pasien dengan stroke mempunyai kadar zinc yang lebih rendah didandingkan dengan pasien TIA. Dari analisis multivariat juga menunjukkan bahwa rendahnya kadar zinc menyebabkan lama perawatan lebih lama dan status fungsional lebih buruk pada pasien stroke.

Simpulan:
Zinc merupakan salah satu trace elements terbanyak di dalam tubuh. Zinc memperantarai beberapa proses fisiologi di dalam tubuh, enzimatik, dan fungsi seluler. Dari penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kadar zinc pada pasien stroke berhubungan dengan makin beratnya derajat stroke dan status fungsional selama perawatan. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal ini. (LAI)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.B Archit, Farooq MU, Enduri S, Pillainayagam C, Naravetla B, Razak A, et al. Clinical significance of serum zinc levels in cerebral ischemia. Stroke Res Treat. 2010;2010:245715. doi:10.4061/2010/245715.
2.SL Galasso, RH Dyck. The role of zinc in cerebral ischemia. Molecular Medicine. 2007;13(7-8):380–7.

Comments

Post Comment

Only registered users may post comments.