Oleh Admin Kalbe Medical pada July 06, 2017 07:30

Allergen Immunotherapy Bermanfaat dalam Memperbaiki Gejala Asma

Asma adalah penyakit peradangan kronik saluran napas dengan gejala berupa episode berulang dari batuk, sesak napas, dada tertekan, dan mengi. Sebagai pengobatan untuk asma, ada 2 jenis pengobatan, yaitu: controller adalah pengobatan yang digunakan secara rutin setiap hari untuk mencegah terjadinya serangan asma dan reliever adalah pengobatan yang hanya digunakan apabila pasien mengalami serangan asma untuk meredakan serangan asma.

Patogenesis asma sebenarnya adalah penyakit alergi, seperti halnya alergi makanan, dermatitis atopi, dan rinitis alergi. Beberapa alergen yang umum dapat mencetuskan serangan asma antara lain: tungau debu rumah, serbuk sari bunga, dan bulu hewan. Beberapa pengobatan yang ada saat ini memang hanya terfokus untuk mengobati gejala, tetapi tidak mengobati penyebab dari asma itu sendiri berupa reaksi alergi.


Allergen immunotherapy adalah salah satu pilihan baru pengobatan asma di mana pengobatan ini bertujuan untuk memodifikasi sensitivitas alergi tubuh pasien terhadap alergen tertentu. Hasil yang diharapkan adalah saluran napas pasien tidak lagi bereaksi berlebihan terhadap paparan dari alergen yang tadinya hipersensitif. Telah ada beberapa uji klinik yang mengevaluasi efektivitas allergen immunotherapy terhadap asma dengan hasil yang bervariasi. Oleh karena itu, dr. Dhami dan tim dari Inggris melakukan sebuah meta-analisis untuk mengetahui dengan lebih baik lagi bagaimana efektivitas dari allergen immunotherapy pada asma. Meta-analisis ini diterbitkan di jurnal Allergy tahun 2017.


Meta-analisis ini mengevaluasi data dari 98 uji klinik. Setelah dilakukan penghitungan, didapatkan hasil bahwa skor gejala jangka pendek mengalami perbaikan sebesar -1,11 (95%CI -1,66 s/d -0,56). Skor pengobatan jangka pendek juga mengalami perbaikan sebesar -1,11 (95%CI -1,66 s/d -0,56). Akan tetapi, juga didapatkan data bahwa penggunaan allergen immunotherapy berkaitan dengan peningkatan kejadian efek samping. Oleh karena itu, sebaiknya didukung dengan penelitian lain lebih lanjut.


Kesimpulan:
Meta-analisis ini menyimpulkan bahwa penggunaan allergen immunotherapy pada asma dapat bermanfaat untuk mengurangi gejala serta mengurangi medikasi yang diperlukan untuk meredakan gejala pada asma. (NNO)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Global Initiative for Asthma - GINA. (*NEW) 2017 pocket guide for asthma management and prevention [Internet]. 2017. [cited 2017 May 15]. Available from: http://ginasthma.org/2017-pocket-guide-for-asthma-management-and-prevention/
2.The American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. Allergy shots (immunotherapy). [Internet]. 2017. [cited 2017 Jun 24]. Available from: https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/treatments/allergy-shots-(immunotherapy)
3.Dhami S, Kakourou A, Asamoah F, Agache I, Lau S, Marek J, et al. Allergen immunotherapy for allergic asthma: A systematic review and meta-analysis. Allergy. 2017 May 19. doi: 10.1111/all.13208.

Related Articles

Dampak Anemia pada Pasien Pre-dialisis Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) memiliki peningkatan risiko dari berbagai penyakit penyerta, termasuk di antaranya adalah kelainan dari kardiovask...
Guselkumab Efektif sebagai Terapi Psoriasis pada Pasien yang Tidak Respons pada Ustekinumab Psoriasis adalah penyakit kronik pada kulit dengan gejala berupa bercak merah yang bersisik yang dapat disertai juga dengan rasa gatal. Dari segi loka...
Peran Probiotik pada Terapi Isoflavone untuk Menopause Gejala menopause yang berat dapat menurunkan kualitas hidup wanita di seluruh dunia. Gejala utama dari sindrom vasomotor (VMS) adalah rasa panas dalam...
Early vs Late Pemberian Nutrisi Parenteral pada Pasien Critical Ill, Kapankah Waktu yang Tepat? Critical ill memicu terjadinya anoreksia dan ketidakmampuan untuk makan secara normal, kondisi ini menyebabkan terjadinya defisiensi nutrisi, hilangny...
Allergen Immunotherapy Bermanfaat Memperbaiki Gejala Rhinoconjungtivitis Alergi Rhinoconjungtivitis alergi adalah penyakit peradangan kronik pada hidung, rongga sinus, dan pada konjungtiva dengan gejala berupa hidung tersumbat, hi...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.