Oleh Admin Kalbe Medical pada June 19, 2017 07:30

Kombinasi Resveratrol plus Procyanidin untuk Penuaan Kulit

Kulit manusia secara kontinu terpapar oleh faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kondisi dan fungsi kulit. Sebagai konsekuensinya, kulit dapat mengalami perubahan dan mengalami chronoaging, photoaging, inflamasi, dan disfungsi imun, di mana semua proses ini dimediasi oleh spesies oksigen reaktif, yang dibentuk secara konstan di kulit, dan dengan cepat dinetralisasi oleh antioksidan.

Dalam dekade terakhir, resveratrol, suatu polyphenol golongan stilbenoid yang ditemukan dalam anggur (Vitis vinifera) dan dalam berbagai beri, kacang-kacangan, dan tanaman medis seperti Japanese knotweed (Polygonum cuspidatum), telah mendapat perhatian yang luas sebagai senyawa preventif terhadap sejumlah penyakit. Beberapa studi in vitro menunjukkan bahwa resveratrol melindungi fibroblas manusia normal dari efek merusak hydrogen peroxide yang tergantung dosis, kemungkinan dengan mengikat reseptor spesifik pada epidermis. Polyphenol lain seperti procyanidin, anthocyanidin, dan ellagic acid, juga telah dikaitkan dengan manfaatnya pada kulit.

Suatu studi telah dilakukan untuk meneliti suplemen makanan yang mengandung resveratrol dan procyanidin terhadap perubahan kulit terkait penuaan, kapasitas antioksidan, dan tingkat stres oksidatif. Studi tersebut dilakukan pada 50 subjek yang diberi suplemen atau plasebo untuk mengidentifikasi gambaran klinis yang disebabkan oleh chronoaging atau photoaging. Efikasi produk dinilai setelah 60 hari terapi untuk hidrasi kulit, elastisitas, dan tingkat kekasaran kulit, serta tingkat stres oksidatif dan kapasitas antioksidan kulit.

Suplemen uji mengandung 8 mg transresveratrol, 14,63 mg procyanidin, 0,67 mg anthocyanoside, 0,4 mg flavonoid, 1,3 mg stilbene lain, 125 mg pomegranate, 8,75 mg punicalagin-ellagic acid, 50 μg selenium, 26 mg silicon dioxide, dan 45 mg maltodextrin. Sedangkan formulasi plasebo adalah 266 mg dehydrated dibasic calcium phosphate, 18 mg pigment red iron oxide, 4 mg magnesium stearate, 4 mg amorphous precipitated silica, dan 77 mg activated charcoal.

Setelah 60 hari terapi, kapasitas antioksidan plasma dan antioksidan kulit meningkat secara bermakna. Sebagai tambahan, kelembaban dan elastisitas kulit membaik, sedangkan kekasaran kulit dan kedalaman kerutan kulit berkurang. Intensitas age spot secara bermakna berkurang, yang ditunjukkan dengan perbaikan individual topological angle (ITA). Dari hasil studi disimpulkan bahwa intervensi nutraseutikal dan farmakologi dengan suplemen yang mengandung resveratrol dan procyanidin dapat menjadi strategi yang menjanjikan dalam mendukung terapi untuk mengurangi kerutan pada kulit, serta stres oksidatif kulit. (EKM)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Buonocore D, Lazzeretti A, Tocabens P, Nobile V, Cestone E, Santin G et al. Resveratrol-procyanidin blend: nutraceutical and antiaging efficacy evaluated in a placebo-controlled, double-blind study. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology 2012:5 159-65.
2.Resveratrol-procyanidin nutraceutical and antiaging efficacy [Internet]. 2013 [cited 2017 May 30]. Available from: http://beforeitsnews.com/health/2013/05/resveratrol-procyanidin-nutraceutical-and-antiaging-efficacy2486922. Html

Related Articles

Suplementasi SOD Menghambat Inflamasi dan Mempertahankan Integritas Kartilago Sendi Suatu uji preklinik yang telah dipublikasikan tahun 2017 menunjukkan bahwa SOD dari konsentrat jus melon, memberikan bukti potensinya pada kesehatan s...
Imatinib Bermanfaat Memperbaiki Gejala Pasien Asma Refrakter Asma adalah penyakit peradangan kronik pada saluran napas, dengan episode berulang dari bronkokonstriksi yang berakibat pada gejala batuk, sesak napas...
Suplementasi Vitamin D pada Ibu Hamil Bermanfaat terhadap Sistem Imun Neonatus Pemrograman sistem imun selama perkembangan janin dapat mempengaruhi faktor risiko terkait asma dan outcome di kehidupan selanjutnya. Vitamin D merupa...
Exenatide Efektif sebagai Terapi DM tipe 2 yang Tidak Terkontrol dengan Metformin Monoterapi Glucagon-like peptide-1 receptor agonist (GLP-1 RA) merupakan salah satu kelas obat penurun glukosa darah untuk pasien DM tipe 2. Pemberian GLP-1 RA m...
Procyanidin dari GSE Memiliki Efek Menurunkan Asam Urat Gout merupakan kelainan metabolik yang sering ditemukan pada manusia, dan dilaporkan mengenai lebih dari 2 juta pria dan wanita di US. Gout sering dik...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.