Oleh Admin Kalbe Medical pada January 05, 2017 07:30

Risiko Kardiovaskular pada eks Wanita Diabetes Gestasional

Data terbaru menunjukkan bahwa walaupun seorang wanita dulunya mengidap diabetes gestasional (GDM) dan tidak diikuti dengan kondisi diabetes setelah melahirkan, wanita tersebut ternyata tetap dibayangi dengan tingginya risiko kejadian kardiovaskular di kemudian hari. Hasil tersebut berdasarkan studi baru dari Kanada. Dengan mengidap GDM, maka wanita tersebut mengalami peningkatan risiko menderita diabetes tipe 2 selama hidupnya sekitar 7 kali lipat. Informasi tersebut memang telah cukup lama diketahui oleh para ahli, seperti yang disampaikan oleh Ravi Retnakaran, MD, dan Baiju R Shah, MD, PhD, dari University of Toronto, Ontario, dalam tulisannya yang dipublikasikan secara online pada bulan November di jurnal Diabetes Care.
   
Baru-baru ini juga muncul informasi bahwa wanita dengan riwayat GDM memiliki peningkatan risiko dari penyakit kardiovaskular saja, dibandingkan dengan wanita hamil lain yang tidak menderita GDM. Namun sampai dengan sekarang, belum dapat diketahui apakah risiko yang lebih tinggi ini bersifat dependen dengan perkembangan diabetes tipe 2 atau tidak.

   
Pada studi yang dipublikasikan pada jurnal Diabetes Care, dengan mengidap GDM maka wanita tersebut memiliki peningkatan risiko komplikasi makrovaskuler terlepas dari apakah dia akan mengidap diabetes di kemudian hari atau tidak. Selain itu, tentunya bukan hal yang mengejutkan lagi bahwa risiko tersebut paling tinggi akan dialami pada wanita yang akhirnya mengidap diabetes tipe 2. Namun sayangnya, walaupun jika mereka tidak mengidap diabetes tipe 2, mereka tetap saja memiliki peningkatan risiko komplikasi makrovaskuler, seperti yang diungkapkan oleh dr. Retnakaran.

   
Studi ini juga menghasilkan kesimpulan bahwa wanita dengan GDM yang kemudian menderita DM tipe 2 akan juga memiliki risiko mikrovaskuler seperti retinopati dan nefropati diabetikum. Namun, jika hanya menderita GDM saja tanpa kemudian berkembang menjadi DM tipe 2, maka tampaknya tidak memiliki peningkatan risiko komplikasi mikrovaskuler ini. (PMD)


Image : Ilustrasi
Referensi:
Hackethal V. GDM ups cardiovascular risk whether or not later diabetes develops [Internet]. 2016 [cited 2016 Dec 19]. Available from: http://www.medscape.com/viewarticle/872154

Related Articles

Panduan Terbaru ADA 2017 Berfokus pada Pasien secara Holistik Panduan terbaru dari the American Diabetes Association 2017 Standards of Medical Care memberikan suatu fokus baru terhadap penilaian sosial, psikologi...
Peranan Krill Oil (Minyak Krill) pada Fungsi Kognitif Lansia Krill merupakan sebutan untuk spesies laut dari golongan Euphausiacea yang merupakan plankton sejenis-udang yang menghasilkan minyak krill. Minyak kri...
Berhenti Merokok dan Risiko Kardiovaskuler Merokok adalah salah satu kebiasaan buruk yang sangat merugikan kesehatan karena berkaitan dengan banyak penyakit degeneratif seperti penyakit jantung...
Manfaat Statin terhadap Pencegahan Atrial Fibrillation Atrial fibrillation (AF) merupakan varian aritmia jantung yang paling umum terjadi dan bermakna signifikan secara klinis. Angka kejadian AF pada pasie...
Obat Antisense Inhibitor sebagai Obat Penurun Trigliserida Volanesorsen (sebelumnya dikenal dengan ISIS-APOCIIIRx) adalah suatu obat antisense yang dibuat untuk menurunkan kadar trigliserida dengan menargetkan...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.