SOD-Gliadin untuk Melasma, Efektifkah?
Monday, December 23, 2019

SOD-Gliadin untuk Melasma, Efektifkah?

Melasma merupakan dischromia (gangguan pigmentasi kulit) umum yang ditandai dengan patch abu-abu simetris dan konfluen sebagian besar di area wajah yang terkena sinar matahari seperti pipi, dahi, dan dagu. Terapi melasma saat ini masih menjadi tantangan karena biasanya setelah terapi, melasma akan kembali kambuh terutama jenis melasma dermis. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Seckin, et al, menunjukkan ketidakseimbangan antara antioksidan dan oksidan serta peningkatan stres oksidatif yang terjadi pada melasma dan berkorelasi dengan nilai Melasma Area and Severity Index/MASI. SOD (Superoxide Dismutase) merupakan enzim yang memiliki fungsi penting dalam level seluler, mengkatalisis anion superoxide dismutase, menurunkan stres oksidatif, dan aktivasi mediator inflamasi.

 

Telah dilakukan penelitian secara acak tersamar ganda dengan perbandingan dan kontrol yang dilakukan pada 90 pasien dengan melasma facial dan dilakukan selama 12 minggu. Peserta yang dipilih adalah wanita usia 18-50 tahun dengan facial mixed melasma. Semua peserta memiliki tipe kulit Fitzpatrik III, IV, atau V dan tidak menggunakan perawatan topikal apapun untuk melasma selama 2 minggu sebelum penelitian dimulai. Disarankan pula untuk menghindari pajanan sinar UV 2 minggu sebelum penelitian dimulai. Pada kunjungan pertama pasien dibagi menjadi 5 kelompok menggunakan nomor acak, yaitu:

Kelompok A – SOD BD (20 pasien): Triple combination cream + Sunscreen (SPF 50+) + SOD 250 IU BD; Kelompok B- SOD OD (20 pasien): Triple combination cream + Sunscreen (SPF 50+) + SOD 250 IU OD; Kelompok C- BC BD (20 pasien): Triple combination cream + Sunscreen (SPF 50+) + BC HC; Kelompok D- BC OD (20 pasien): Triple combination cream + Sunscreen (SPF 50+) + BC HC; Kelompok E- kelompok kontrol (10 pasien): Kombinasi 3 krim + Sunscreen (SPF 50+).

Semua pasien diperiksa secara objektif pada area melasma dan MASI serta penilaian subjektif menggunakan kuesioner kualitas hidup dan kepuasan pelanggan. Triple combination cream mengandung hydroquinone 2%, tretinoin 0,05%, dan flucinoloneacetonide 0,01% yang digunakan sekali sehari di malam hari selama 3 bulan. Sunscreen digunakan pada pkl. 09.00, 12.00, dan 15.00 selama 3 bulan. Pasien disarankan menggunakan pakaian yang sesuai, kaca mata hitam dan menghindari berenang. Ini adalah standar dari five arm penelitian ini.

Penilaian primernya adalah perbaikan area melasma dan MASI score. Sedangkan penilaian sekundernya adalah kuesioner peningkatan kualitas hidup dan kuesioner kepuasan pelanggan, penilaian global yang dilakukan oleh investigator dan pasien. Hasilnya didapatkan penurunan skor MASI dengan penambahan SOD-BD (67,97%) yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok lainnya. Tidak terdapat penurunan skor MASI signifikan dengan SOD-OD (51,93%) dibandingkan dengan plasebo (22,60%). Penilaian subjektif yang dilakukan oleh pasien dan evaluator juga memberikan penilaian SOD BD sebagai regimen superior.

 

Kesimpulan: Dengan menghambat stres oksidatif, kombinasi SOD-Gliadin memberikan efikasi yang lebih baik dan kepuasan yang lebih tinggi untuk ditambahkan pada pasien di India dalam menangani melasma. 

 

Silakan baca juga: Glisodin, Super Oxide Dismutase ekstrak Melon dengan Gliadin, sebagai penangkal radikal bebas lini utama. 

Image : Ilustrasi (Photo by Mike from Pexels)

Referensi:

1. Vedamurthy M, Humbert P. A randomized, open label, comparative, five-arm, controlled study evaluating the benefit dan tolerabilility of oral superoxide dismutase combined with gliadin as add-on neutraceutical therapy with standard therapy in Indian patients with melasma. Int J Res Dermatol. 2018;4(4):471-8.

2. Achar A, Rathi SK. Melasma: A clinicoepidemiological study of 312 cases. Indian J Dermatol. 2011;56:380-2

3. Rivas SH, Pandia AG. Treatment of melasma with topical agents, peels and lasers: An evidence based review. Am J Clin Dermatol. 2013;14(5):359-76

Please login or register to post comments.