Vitamin D Untuk Kesehatan Kulit, Ini Salah Satu Manfaatnya
Monday, November 11, 2019

Vitamin D Untuk Kesehatan Kulit, Ini Salah Satu Manfaatnya

Saat ini terdapat dua mekanisme terjadinya dermatitis atopik, yaitu gangguan fungsi barier kulit dan proses disregulasi imun yang menyebabkan penurunan respons imun bawaan seperti molekul peptida antimikroba. Penurunan cathelicidin, salah satu peptide antimikroba imun bawaan, meningkatkan kolonisasi Staphylococcus aureus pada kulit

Peningkatan kolonisasi S. aureus pada kulit merupakan salah satu faktor paling penting yang dapat memperburuk penyakit dermatitis atopik. Kedzierska dkk., menemukan bahwa densitas kolonisasi S. aureus lebih besar pada area lesi dermatitis atopik dibanding area non-lesi dengan perbedaan yang bermakna secara statistik dan secara langsung berkorelasi dengan tingkat keparahan penyakit. Beberapa studi melaporkan bahwa cathelicidin sebagai target utama vitamin D pada kelainan kulit, meningkat pada lesi sedang hingga berat pada pasien dermatitis atopik yang mendapat suplemen oral vitamin D.

Studi in vivo telah menunjukkan bahwa vitamin D dapat menstimulasi produksi cathelicidin. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa suplemen vitamin D oral dapat memperbaiki respons klinis pasien dermatitis atopik. Sidbury, dkk. melakukan studi pertama dengan menggunakan suplemen vitamin D oral 1000 IU/hari dan menemukan adanya perbaikan IGA (Investigator’s Global Assessment) sebesar 80%, namun tidak ada perbedaan bermakna pada EASI (Eczema Area And Severity Index scale). Studi kedua oleh Javanbakht, dkk. yang menilai efek suplemen vitamin D dan vitamin E pada luaran klinis, dan menemukan perbaikan skor SCORAD (Scoring for Atopic Dermatitis) sebesar 34,80% pada kelompok vitamin D setelah 60 hari terapi. Sedangkan studi ketiga oleh Amestejani, dkk. yang menggunakan suplemen vitamin D oral 1600 IU/hari dan menemukan perbaikan skor SCORAD sebesar 38,30%.

Studi selanjutnya dilakukan untuk menentukan efek suplemen vitamin D pada dampak klinis termasuk kolonisasi S. aureus pada kulit pasien dermatitis atopik. Dalam studi ini, 24 pasien dermatitis atopik diikutsertakan dalam studi tersamar ganda dengan kontrol plasebo. Mereka secara mendapat vitamin D oral 2000 IU/hari atau plasebo. Kultur usap lesi untuk S.aureus dilakukan pada minggu ke-0, 2, dan 4. Parameter klinis dinilai dengan skor SCORAD, mexameter untuk indeks eritema, dan konometer untuk konduktansi juga dilakukan pada minggu ke-0, 2, dan 4. Sedangkan kadar vitamin D serum diperiksa pada minggu ke-0 dan 4.

Hasilnya menunjukkan bahwa 20 pasien menyelesaikan protokol. Kolonisasi S. aureus pada kulit, skor SCORAD, dan indeks eritema secara bermakna menurun dari basal hingga minggu ke-4 untuk kelompok vitamin D dibandingkan kelompok plasebo (masing-masing nilai p= 0,022, 0,028, dan 0,014). Ditemukan adanya hubungan negatif antara kadar vitamin D serum dengan kolonisasi S. aureus pada kulit dan skor SCORAD (r= -1,0, p<0,001).
        
Dari hasil studi tersebut disimpulkan bahwa suplemen vitamin D dapat menurunkan kolonisasi S. aureus pada kulit dan menunjukkan perbaikan klinis pada pasien dermatitis atopik.

 

Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Udompataikul M, Huajai S, Chalermchai T, Taweechotipatr M, Kamanamool N. The effects of oral vitamin D supplement on atopic dermatitis: A clinical trial with Staphylococcus aureus colonization determination. J Med Assoc Thai. 2015 Oct;98 Suppl 9:S23-30. 
2. Sidbury R, Sullivan AF, Thadhani RI, Camargo CA Jr. Randomized controlled trial of vitamin D supplementation for winter-related atopic dermatitis in Boston: A pilot study. Br J Dermatol 2008; 159: 245-7
3. Javanbakht MH, Keshavarz SA, Djalali M, Siassi F, Eshraghian MR, Firooz A, et al. Randomized controlled trial using vitamins E and D supplementation in atopic dermatitis. J Dermatolog Treat 2011; 22: 144-50. 16. 
4. AmestejaniM, Salehi BS, Vasigh M, Sobhkhiz A, Karami M, Alinia H, et al. Vitamin D supplementation in the treatment of atopic dermatitis: A clinical trial study. J Drugs Dermatol 2012; 11: 327-30.
 

Please login or register to post comments.