Untuk  “Unexplained Infertility”, Pilih Clomiphene citrate Atau Letrozole?
Tuesday, September 3, 2019

Untuk “Unexplained Infertility”, Pilih Clomiphene citrate Atau Letrozole?

Antara 10-30% wanita infertil dengan unexplained infertility dapat secara efektif diterapi dengan induksi ovulasi, tetapi protokol yang optimal belum diidentifikasi. Injeksi gonadotropin untuk stimulasi ovarium tidak disukai karena tingginya kejadian hiperstimulasi ovarium, kehamilan multifetal, dan biaya, meskipun kadang-kadang masih digunakan untuk meningkatkan rekrutmen folikel dan diindikasikan pada pasien dengan amenorea hipotalamik. 

Obat stimulasi ovarium seperti clomiphene citrate, suatu modulator reseptor estrogen selektif, dan letrozole, suatu penghambat aromatase, merupakan obat yang efektif dengan efek samping lebih sedikit dan biaya lebih rendah dibanding gonadotropin.

 

Silahkan baca juga:Peran Antioksidan Pada Stress Oksidatif Kasus Preeklampsia

 

Setelah pemeriksaan infertilitas dasar, induksi ovulasi oral sering menjadi langkah pertama dalam terapi sebelum dirujuk ke endokrinologi reproduktif. Clomiphene citrate merupakan obat lini pertama standar untuk stimulasi ovarium. Namun tingkat kehamilan sering lebih rendah dibanding yang diharapkan dari tingkat ovulasi yang diamati. Letrozole kurang mempunyai efek antiestrogenik dari clomiphene citrate pada endometrium dan mempunyai waktu paruh yang lebih singkat sehingga berkontribusi menurunkan efek samping. Suatu studi pada wanita dengan unexplained infertility, stimulasi ovarium dengan letrozole menyebabkan frekuensi kehamilan multipel lebih rendah tetapi frekuensi kelahitan hidup juga lebih rendah dibanding gonadotropin, tetapi tidak jika dibandingkan dengan clomiphene citrate.

Suatu kajian sistematik dan meta-analisis juga telah dilakukan untuk memperkirakan efektivitas klinis stimulasi ovarium yang ditentukan dengan tes kehamilan positif dari letrozole dibandingkan dengan clomiphene citrate. Data studi diambil dari database Ovid-MEDLINE, EMBASE, Scopus, Cochrane Database of Systematic Reviews, Cochrane Register of Controlled Trials, Database of Abstracts of Reviews of Effects, dan ClinicalTrials.gov. 

 

Silahkan baca juga:Suplementasi Vitamin D Prenatal Mengurangi Risiko Asma Anak

 

Studi yang dianalisis adalah studi acak dengan kontrol (RCT) yang membandingkan clomiphene citrate dengan letrozole pada pasien dengan infertilitas yang tidak bisa dijelaskan. Sebanyak 8 RCT yang melibatkan 2647 pasien dianalisis. Outcome primer adalah tes kehamilan positif per pasien, sedangkan outcome sekunder meliputi tes kehamilan positif per siklus, kehamilan klinis, kelahiran hidup, abortus spontan, kehamilan kembar, estradiol serum rata-rata, ketebalan endometrium, dan jumlah folikel dominan.

Hasil analisis per pasien menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada tes kehamilan positif antara pasien yang diterapi dengan letrozole dibanding dengan clomiphene citrate. Tidak ada perbedaan bermakna pada kehamilan klinis, kelahiran hidup, abortus spontan, atau kehamilan ganda antara kedua kelompok. Estradiol serum rata-rata secara bermakna lebih rendah pada kelompok letrozole dibanding kelompok clomiphene citrate. 

Dari hasil meta-analisis ini disimpulkan bahwa meskipun dibatasi oleh heterogenesitas, studi stimulasi ovarium pada wanita dengan infertilitas yang tidak bisa dijelaskan ini menunjukkan tidak ada perbedaan outcome klinis antara letrozole dengan clomiphene citrate.

 

Silahkan baca juga:Profertil, untuk tatalaksana infertilitas pada pria dan wanita

Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Eskew AM , Bedrick BS, Hardi A, Stoll CRT, Colditz GA, Tuuli MG, Jungheim ES. Letrozole compared with clomiphene citrate for unexplained infertility: A systematic review and meta-analysis. Obstet Gynecol. 2019 ;133(3):437-444. 
2. Diamond MP, Legro RS, Coutifaris C, Alvero R, Robinson RD, Casson P, et al. Letrozole, Gonadotropin, or Clomiphene for Unexplained Infertility. N Engl J Med. 2015;373(13):1230-40. doi: 10.1056/NEJMoa1414827.

Please login or register to post comments.