Nyeri akibat Pemberian Obat Anestesi Propofol, Bagaimana Penanganannya?

Nyeri akibat Pemberian Obat Anestesi Propofol, Bagaimana Penanganannya?

Nyeri akibat injeksi propofol merupakan masalah yang sering terjadi. Beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa pemberian acetaminophen (paracetamol) intravena dapat mengurangi nyeri injeksi. 

Propofol (di-isopropylphenol) paling sering digunakan untuk induksi anestesi umum karena onset-nya cepat dan durasinya pendek. Namun, nyeri akibat injeksi propofol merupakan masalah yang sering terjadi. Nyeri injeksi kemungkinan disebabkan oleh efek melalui jalur kinin. Selain itu, banyak faktor yang berkontribusi terhadap kejadian nyeri injeksi, seperti lokasi dan kecepatan penyuntikan, ukuran vena, kecepatan pemberian larutan infus, konsentrasi propofol dalam aqueous sebagai efek buffer darah.

 

Berbagai macam pendekatan telah dilakukan untuk mengurangi nyeri injeksi seperti injeksi propofol pada fossa antecubital, injeksi cepat, dan premedikasi dengan menggunakan lidokain, opioid, atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Dari review sistematik dan meta-analisis disebutkan bahwa 2 prosedur yang paling efektif untuk menurunkan nyeri injeksi akibat propofol adalah injeksi di fossa antecubital dan premedikasi dengan lidokain bersamaan dengan oklusi vena.

 

Selain itu, ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa pemberian acetaminophen (paracetamol) intravena dapat mengurangi nyeri injeksi. Penelitian ini membandingkan 2 dosis paracetamol dalam mencegah nyeri injeksi akibat pemberian propofol. Desain dan metodenya adalah acak, tersamar ganda, dengan kontrol. Subjek sebanyak 324 pasien yang telah dijadwalkan induksi anestesi umumnya menggunakan propofol dan kemudian dibagi menjadi 3 kelompok secara acak, yaitu kelompok plasebo, kelompok yang mendapatkan paracetamol dengan dosis 500 mg, dan kelompok dengan dosis 1000 mg. Paracetamol diberikan 1 jam sebelum pemberian propofol. Setelah pemberian propofol sebanyak ¼ dari dosis penuh, pemberian propofol dihentikan dan pasien diminta menilai skor nyeri dengan menggunakan verbal numerical rating score (VNRS) dari 0 sampai 10.

 

Hasilnya menunjukkan intensitas nyeri lebih rendah pada kedua dosis paracetamol dibandingkan dengan plasebo (p<0,001). Sedangkan toleransi pada ketiga kelompok sama. Dari penelitian ini disimpulkan pemberian paracetamol baik dosis 500 mg maupun 1000 mg sama efektifnya untuk mencegah terjadinya nyeri injeksi akibat propofol. Paracetamol dapat diberikan 1 jam sebelum pemberian propofol injeksi.

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

1. Nimmaanrat S, Jongjidpranitarn M, Prathep S, Oofuvong M. Premedication with   oral paracetamol for reduction of propofol injection pain: A randomized placebo-controlled trial. BMC Anesthesiology 2019;19:100.

2. Khouadja H, Arnous H, Tarmiz K, Beletaifa D, Brahim A, Brahem W, et al. Pain on injection of propofol: efficacy of paracetamol and lidocaine. Open J Anesthesiol. 2014;4:81–7.

Download

About CDK

Majalah CDK (Cermin Dunia Kedokteran) adalah majalah kedokteran yang telah dipublikasikan sejak tahun 1974 dan terbit setiap bulan. CDK menyajikan informasi-informasi kedokteran yang mutakhir, serta mendukung perkembangan dunia kedokteran di Indonesia. Dari tahun ke tahun, CDK terus memantapkan diri sebagai salah satu referensi ilmiah yang praktis dan terpercaya.

Saat ini CDK bekerjasama dengan PB IDI, dan PP IAI, di mana pada setiap edisi CDK terdapat artikel yang berbobot poin SKP, yaitu CME bagi dokter dan CPD bagi apoteker. Artikel yang dipublish di majalah CDK akan terindeks di google scholar.

 

Bagi sejawat sekalian yang ingin mengirimkan naskah ilmiah ke majalah CDK, baik berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, maupun laporan kasus, silahkan dapat mengirimkannya melalui email atau alamat berikut ini:

 

Redaksi CDK Gedung Kalbe II Lt. 2 (Medical Department)

Jl. Letjend. Suprato Kav. 4, Cempaka Putih – Jakarta 10510.

Telepon : 021-4208171

Email : cdk.redaksi@gmail.com

Please login or register to post comments.