Merokok dan Kanker Prostat, Adakah Korelasinya?
Friday, August 16, 2019

Merokok dan Kanker Prostat, Adakah Korelasinya?

Merokok merupakan faktor risiko yang dapat dicegah untuk banyak kanker pada saluran kemih dan kelamin, seperti kanker kandung kemih, saluran kemih bagian atas, dan kanker sel ginjal, namun bagaimana merokok mempengaruhi kejadian dan outcome (keluaran) kanker prostat masih menjadi perdebatan walaupun telah terdokumentasi dengan baik. Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya kaitan antara merokok dengan kejadian dan kematian karena kanker prostat. 

Selain penelitian mengenai kaitan merokok dan kanker prostat, peneliti juga meneliti mengenai apakah merokok mempengaruhi keberhasilan terapi lokal untuk kanker prostat yaitu terapi radiasi. Hasil penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2015 mengatakan bahwa risiko kekambuhan yang dinilai dengan PSA (prostate specific antigen atau penanda kanker prostat, hasil ini diperoleh dari pemeriksaan darah), penyebaran kanker prostat pada organ jauh, dan kematian karena kanker prostat meningkat pada mereka dengan kanker prostat yang merokok saat memulai konsultasi dengan dokter dan saat memulai terapi radiasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa pasien tersebut dan pasien yang telah berhenti merokok saat memulai terapi memiliki peningkatan risiko mengalami efek samping pada saluran kemih dan kelamin setelah terapi radiasi. 

 

Silahkan baca juga:Pemeriksaan Genetik Direkomendasikan Pada Semua Pasien Kanker Payudara

 

Baru-baru ini, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Oncology menunjukkan hasil yang kurang lebih sama. Penelitian ini melibatkan 22.549 pasien dengan kanker prostat yang menjalani terapi radiasi atau prostatektomi radikal (pengangkatan seluruh organ prostat). Dari semua pasien, sejumlah 4.202 pasien (18,6%) merokok secara aktif selama menjalani terapi radiasi atau prostatektomi radikal. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekambuhan yang dinilai dengan PSA lebih meningkat secara bermakna pada pasien yang merokok dibandingkan pasien yang tidak merokok. Risiko kanker menyebar pada organ jauh (metastasis) dan kematian juga lebih meningkat secara bermakna pada pasien yang merokok dibandingkan pasien yang sudah berhenti merokok dan bukan perokok. 

 

Silahkan baca juga:IUD Berpotensi Cegah Kanker Serviks

 

Dari hasil penelitian yang ada, hal ini menunjukkan pentingnya ahli onkologi radiasi dan urologi untuk memberikan edukasi pada pasien kanker prostat agar berhenti merokok selama terapi dengan tujuan menurunkan risiko kekambuhan, penyebaran kanker, dan kematian karena kanker prostat.


Image: Ilustrasi (https://www.thesun.co.uk)
Referensi: 
1. Foerster B, Pozo C, Abufaraj M, Mari A, Kimura S, D’Andrea D, et al. Association of smoking status with recurrence, metastasis, and mortality among patients with localized prostate cancer undergoing prostatectomy or radiotherapy: A systematic review and meta-analysis. JAMA Oncol. 2018 doi: 10.1001/jamaoncol.2018.1071.
2. Steinberger E, Kollmeier M, McBride S, Novak C, Pei X, Zelefsky MJ. Cigarette smoking during external beam radiation therapy for prostate cancer is associated with an increased risk of prostate cancer-specific mortality and treatment-related toxicity. BJU Int. 2015;116:596-603.


 

Please login or register to post comments.