Pemeriksaan BRCA Pada Pasien dan Anggota Keluarga Pasien Kanker Ovarium. Perlukah?
Thursday, July 4, 2019

Pemeriksaan BRCA Pada Pasien dan Anggota Keluarga Pasien Kanker Ovarium. Perlukah?

Perhimpunan ilmiah Italia AIOM-SIGU-SIBIOC-SIAPEC-IAP merekomendasikan implementasi pemeriksaan BRCA dengan 2 objektif utama yaitu untuk identifikasi pasien kanker ovarium dengan kemungkinan lebih tinggi mendapat manfaat dari terapi anti-kanker spesifik (untuk mengetahui respons terhadap terapi) dan identifikasi anggota keluarga pasien kanker ovarium yang merupakan pembawa varian patogenik yang diturunkan yang merupakan predisposisi terjadinya kanker (untuk mengetahui risiko kanker). Individual yang lebih berisiko mengalami kanker harus didorong untuk menjalani tindak lanjut dan program pencegahan primer dan/atau sekunder.

Kejadian varian patogenik BRCA pada pasien kanker ovarium adalah > 10%, terlepas dari usia saat didiagnosis dan riwayat dalam keluarga. Sekitar 25% dari wanita yang membawa varian patogenik BRCA didiagnosis kanker ovarium pada usia lebih dari 60 tahun. Kejadian varian patogenik meningkat secara progresif menjadi 17-20% pada pasien dengan kanker ovarium serosa, menjadi 23-25% jika derajatnya tinggi, dan menjadi 30-40% jika penyakitnya sensitif platinum. 

Penghambat PARP, olaparib telah disetujui oleh EMA pada Oktober 2014 sebagai terapi pemeliharaan pasien dengan sensitif platinum, mutasi BRCA (mutasi germinal dan/atau somatik) relaps, kanker ovarium epitelial serosa derajat tinggi, tuba falopi atau peritoneum primer yang berespons komplit atau parsial terhadap kemoterapi berbasis platinum. Terapi penghambat PARP lain yang juga disetujui oleh EMA adalah rucaparib.

Walaupun pilihan terapi yang baru ini telah menunjukkan efikasinya bahkan pada pasien yang tidak membawa varian patogenik BRCA (wild type), hal yang tak kalah pentingnya adalah menginvestigasi status BRCA pada semua pasien kanker ovarium (kecuali tumor musinus dan borderline) karena alasan berikut ini:

• Pasien dengan varian patogenik BRCA1/2 menunjukkan manfaat yang lebih besar dengan terapi penghambat PARP dibandingkan pasien yang tidak membawa varian ini.
• Penggunaan olaparib sebagai terapi pemeliharaan setelah kemoterapi lini pertama pada pasien dengan varian patogenik BRCA telah dikaitkan dengan perbaikan progression free survival (PFS) bermakna (median PFS 13,8 bulan pada plasebo vs belum tercapai setelah 3 tahun pada pasien dengan olaparib; p < 0,001). Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui status mutasi BRCA saat diagnosis awal sehingga pendekatan terapi lini pertamanya sesuai.
• Pasien kanker ovarium BRCA positif harus menjalani surveilans aktif untuk terjadinya risiko kanker sekunder (kanker payudara dan kanker diturunkan lainnya yang dikaitkan dengan varian patogenik BRCA).
• Ketidakmampuan untuk memperbaiki kerusakan DNA diinduksi kemoterapi menghasilkan prognosis yang lebih baik pada pasien BRCA positif dengan stadium lanjut dibandingkan pasien wild type.
• Pentingnya penilaian dan pencegahan risiko kanker di antara anggota keluarga terutama pada kasus yang hasil pemeriksaannya positif. Di Amerika, strategi penurunan risiko yang diterapkan pada anggota keluarga dengan hasil positif diperkirakan menyebabkan penurunan kejadian kanker ovarium sebesar 40% dalam 10 tahun. 

Pemeriksaan BRCA harus ditawarkan saat awal diagnosis dan dokter harus menyediakan informasi mengenai semua aspek yang sesuai yang dikaitkan dengan hasil, dan menghormati keinginan pasien. 
 
Perhimpunan ilmiah Italia merekomendasikan pemeriksaan BRCA pada pasien kanker ovarium untuk mengidentifikasi pasien mana yang mendapat manfaat lebih besar dari terapi yang spesifik dan untuk menentukan risiko kanker anggota keluarga pasien kanker ovarium. Anggota keluarga pasien kanker ovarium dengan peningkatan risiko kanker harus turut serta dalam surveilans dan program pencegahan.


Image: Ilustrasi ((sumber: www.cheatsheet.com)
Referensi: 
1. Gori S, Barberis M, Bella MA, Buttitta F, Capoluongo E, Carrera P, et al. Recommendations for the implementation of BRCA testing in ovarian cancer patients and their relatives. Crit Rev Oncol Hematol. 2019;140:67-72.
2. Neff RT, Senter L, Salani R. BRCA mutation in ovarian cancer: Testing, implications and treatment considerations. Ther Adv Med Oncol. 2017;9(8):519-31.


 

Please login or register to post comments.