Asthaxantin Membantu Meningkatkan “Gen Umur Panjang”
Monday, June 17, 2019

Asthaxantin Membantu Meningkatkan “Gen Umur Panjang”

Hasil suatu studi pada hewan menunjukkan bahwa senyawa astaxanthin dapa mengaktivasi FOXO3 (Forkhead box O) dan diharapkan dapat dikonfirmasi dalam suatu uji klinik yang menilai peran portensial astaxanthin sebagai terapi antiaging. 

FOXO3 merupakan protein penting yang mempunyai banyak fungsi vital dalam tubuh manusia, dan terutama dikaitkan dengan longevity (umur panjang) pada manusia, sehingga sering dirujuk sebagai “longevity gene”. Di antara banyak fungsi dan peranan protein ini dalam tubuh manusia, berikut ini yang paling penting dan telah diidentifikasi: Upregulasi antioksidan seperti catalase dan MnSOD. Menekan tumorgenesis pada kanker. Fungsi pada mekanisme perbaikan DNA. Memicu resistensi terhadap stres oksidatif

Dengan menggunakan data dari Kuakini Hawaiʻi Lifespan Study, suatu substudi dari 50-year Kuakini Honolulu Heart Program (Kuakini HHP), dan National Institute on Aging's Health, Aging and Body Composition (Health ABC) study sebagai replication cohort, para peneliti menemukan bahwa orang dengan gen FOXO3 mempunyai 10% penurunan risiko kematian secara keseluruhan dan 26% penurunan risiko kematian dari penyakit jantung koroner selama lebih dari periode 17 tahun. 

Fungsi penting dari FOXO3 ini hanya akan terjadi jika gen FOXO3 diaktivasi dan ditingkatkan untuk mengkodekan protein. Setiap manusia mempunyai gen FOXO3 yang melawan penuaan, namun 1 dari 3 individu yang mempunyai versi gen yang terkait dengan longevity. Jika gen tersebut diaktivasi pada semua manusia, maka dapat berfungsi seperti versi longevity. Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa senyawa alami yang mengaktivasi dan meningkatkan gen FOXO3, salah satunya astaxanthin.

Studi baru-baru ini yang dipublikasikan oleh para peneliti dari University of Hawaii John. A. Burns School of Medicine (JABSOM) dan Cardax, Inc., suatu perusahaan life sciences, menunjukkan bahwa senyawa astaxanthin mampu mengaktivasi FOXO3 pada tikus.

Dalam studi tersebut, tikus diberi makan makanan normal atau makanan yang mengandung astaxanthin CDX-085 dosis rendah atau tinggi (dari Cardax). Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberi makanan yang mengandung senyawa astaxanthin dosis tinggi mengalami peningkatan aktivasi gen FOXO3 secara bermakna pada jaringan jantungnya hampir 90%. Hasil studi ini mendukung pendapat bahwa astaxanthin dapat melawan proses penuaan dan membantu memperpanjang umur.


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Astaxanthin compound found to switch on the FOX03 'Longevity Gene' in mice [Internet]. 2017 [cited 2017 Aug 30]. Available from: https://www.sciencedaily.com/releases/ 2017/03/170328092428.htm
2. Astaxanthin and other natural substances increase the activity of the FOXO3 longevity gene [Internet]. 2017 [cited 2017 Aug 30]. Available from: https://biofoundations.org/astaxanthin-natural-substances-increase-activity-foxo3-longevity-gene/
3. Astaxanthin increases FOXO3 levels, outcomes on health yet to be determined [Internet]. 2017 [cited 2017 Aug 30]. Available from: https://www.fightaging.org/archives/2017/ 04/astaxanthin-increases-foxo3-levels-outcomes-on-health-yet-to-be-determined/
 

Please login or register to post comments.