Hati-hati, Penyakit Hepatitis A perlu Diwaspadai Pasca-Banjir
Friday, January 10, 2020

Hati-hati, Penyakit Hepatitis A perlu Diwaspadai Pasca-Banjir

Indonesia memasuki musim hujan dengan curah hujan sangat tinggi menyebabkan banjir di berbagai daerah, yang menimbulkan masalah kesehatan. Perburukan kondisi lingkungan menjadi faktor determinan penting dalam transmisi penyakit infeksi, salah satunya adalah hepatitis A, yaitu peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui rute feca-oral saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran dari penderita hepatitis A. Penularan bisa terjadi bahkan sebelum penderita mengalami gejala-gejala hepatitis A.

Gejala dan Faktor Risiko Hepatitis A

Penyakit hepatitis A merupakan self-limiting disease yang bermanifestasi akut, gejalanya mencakup demam tinggi, malaise, fatigue/kelelahan, penurunan nafsu makan, diare, nyeri perut, anoreksia, mialgia/ nyeri otot, artralgia/ nyeri sendi, nyeri kepala, urin warna gelap, dan jaundice/ kuning. Anak-anak sering menderita hepatitis A asimptomatis (tanpa gejala).

Faktor risiko hepatitis A adalah mengunjungi atau tinggal di tempat dengan angka kejadian hepatitis A tinggi, melakukan hubungan intim dengan penderita hepatitis A, laki-laki berhubungan seksual dengan laki-laki, tinggal serumah dengan penderita hepatitis A, dan perburukan lingkungan secara mendadak seperti pada bencana banjir, tsunami, dan tanah longsor. Saat banjir terjadi, sumber air seperti sumur, sungai dan mata air tercemar. Suplai air bersih yang minim seringkali memaksa masyarakat menggunakan sumber air yang telah tercemar, sehingga memungkinkan terjadi penularan hepatitis A. Selain itu, higienitas sanitasi yang buruk di dapur umum tempat pengungsian juga bisa menjadi media transmisi virus hepatitis A.

Pencegahan Penularan Hepatitis A

Untuk membunuh virus hepatitis A yang terdapat pada air yang telah terkontaminasi dapat dilakukan dengan mendidihkan air selama satu menit (pada ketinggian 6500 kaki atau sekitar 1900 meter, didihkan selama 3 menit) kemudian dinginkan atau simpan di wadah yang bersih dengan tutup rapat dan disimpan di dalam lemari pendingin. Proses klorinisasi sumber air (sumur) dapat dilakukan untuk membunuh virus dan pemantauan setidaknya satu kali per tahun harus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi.

Pencegahan primer yang dapat dilakukan adalah vaksinasi hepatitis A. Menurut rekomendasi IDAI (ikatan dokter anak Indonesia), imunisasi hepatitis A dapat dilakukan pada anak mulai usia 24 bulan hingga 18 tahun sebanyak dua kali dengan interval 6-12 bulan. Melihat pola banjir tahunan yang terjadi belakangan ini, hendaknya pencegahan primer hepatitis A dengan vaksinasi dapat dilakukan agar tidak terjadi outbreak atau KLB hepatitis A di kemudian hari. Tak kalah pentingnya, perbaikan kondisi higiene dan sosioekonomi secara langsung dapat menurunkan insidens hepatitis A.

 

SIlakan baca juga: Konsumsi Obat Entecavir untuk Pasien Hepatitis B Kronik, Bagaimana Efektivitasnya?

Image : Ilustrasi Photo by Victoria Borodinova from Pexels

Referensi :

1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Viral Hepatitis: Hepatitis A. 2019. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/index.htm

2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). General Fact Sheet: Hepatitis A Overview. 2019. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/pdfs/hepageneralfactsheet.pdf

3. Lemon, Stanley M. et al. Type A viral hepatitis: A summary and update on the molecular virology, epidemiology, pathogenesis and prevention. Journal of Hepatology 2018;68:167–184

4. Pal S, Juyal D, Sharma M, Kotian S, Negi V, Sharma N. An outbreak of hepatitis A virus among children in a flood rescue camp: A post-disaster catastrophe. Indian J Med Microbiol 2016;34:233-6

5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Water Home: Hepatitis A and Drinking Water from Private Wells. 2015 Available from: https://www.cdc.gov/healthywater/drinking/private/wells/disease/hepatitis_a.html

6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Viral Hepatitis: Guidelines and Recommendations – Hepatitis A. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/guidelinesa.htm

7. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0 – 18 Tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2017. 2017. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017

8. Kesehatan Republik Indonesia. Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Rinciannya. 2018. Available form: https://www.depkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html

Please login or register to post comments.