Calcitriol Memperbaiki Respons Terapi Steroid Pasien Asma

Calcitriol Memperbaiki Respons Terapi Steroid Pasien Asma

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik yang ditandai secara klinis oleh obstruksi dan hiperesponsivitas jalan napas serta secara patologi oleh inflamasi dan remodelling jalan napas. Kortikosteroid merupakan salah satu terapi utama untuk asma, tetapi beberapa pasien tidak berespons penuh terhadap terapi steroid (resisten) dan meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas.

 

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik yang ditandai secara klinis oleh obstruksi dan hiperesponsivitas jalan napas serta secara patologi oleh inflamasi dan remodelling jalan napas. Kortikosteroid merupakan salah satu terapi utama untuk asma, tetapi beberapa pasien tidak berespons penuh terhadap terapi steroid (resisten) dan meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas.

Data in vitro menunjukkan bahwa bentuk aktif vitamin D, calcitriol, meningkatkan responsivitas terhadap steroid untuk induksi sitokin antiinflamasi IL-10. Dan telah dihipotesiskan bahwa terapi bersama dengan calcitriol dapat memperbaiki responsivitas klinis terhadap terapi steroid sistemik (prednisolone) in vivo.

Salah satu studi yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunollogy menunjukkan bahwa suplementasi calcitriol mampu memberikan manfaat positif bagi penderita asma yang resisten steroid. Dalam studi tersebut, pasien dewasa dengan asma sedang/berat (diprediksi FEV1 <80%) dengan reversibilitas obstruksi jalan napas, mendapat prednisolone oral 40 mg/1,73m2/day selama 2 minggu (fase skrining) untuk menunjukkan resistensi terhadap steroid, yaitu perbaikan FEV1 <10%. Pasien kemudian secara acak mendapat calcitriol 0,25 mcg (n=12) atau plasebo (n=11), dua kali sehari, selama 4 minggu, dengan pengulangan terapi prednisolone 40 mg/1,73m2/day selama 2 minggu terakhir (fase terapi).

Hasil studi menunjukkan bahwa terapi dengan calcitriol memperbaiki respons klinis terhadap steroid pada pasien yang secara klinis resisten terhadap steroid dalam perubahan FEV1 antara fase skrining dan fase terapi. Namun tidak ada perbedaan bermakna antara kedua kelompok. Dari hasil studi tersebut disimpulkan bahwa calcitriol berpotensi untuk memperbaiki responsivitas klinis pasien asma terhadap steroid sistemik pada asma yang resisten steroid. [EKM]


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Nanzer AM. The calcitriol study a randomised placebo controlled clinical trial to test the effects of calcitriol in steroid resistant asthma. [Internet]. 2015 [cited 2018 Sept 17]. Available from: https://qmro.qmul.ac.uk/jspui/handle/ 123456789/8956
2. Nanzer AM, Chambers ES, Ryanna K, Freeman AT, Colligan G, Richards DF et al. The effects of calcitriol treatment in glucocorticoid-resistant asthma. J Allergy Clin Immunol. 2014;133(6):1755-7.e4. doi: 10.1016/j.jaci.2014.03.015.

 

 

Download

About CDK

Majalah CDK (Cermin Dunia Kedokteran) adalah majalah kedokteran yang telah dipublikasikan sejak tahun 1974 dan terbit setiap bulan. CDK menyajikan informasi-informasi kedokteran yang mutakhir, serta mendukung perkembangan dunia kedokteran di Indonesia. Dari tahun ke tahun, CDK terus memantapkan diri sebagai salah satu referensi ilmiah yang praktis dan terpercaya.

Saat ini CDK bekerjasama dengan PB IDI, dan PP IAI, di mana pada setiap edisi CDK terdapat artikel yang berbobot poin SKP, yaitu CME bagi dokter dan CPD bagi apoteker. Artikel yang dipublish di majalah CDK akan terindeks di google scholar.

 

Bagi sejawat sekalian yang ingin mengirimkan naskah ilmiah ke majalah CDK, baik berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, maupun laporan kasus, silahkan dapat mengirimkannya melalui email atau alamat berikut ini:

 

Redaksi CDK Gedung Kalbe III Lt. 2

Jl. Letjend. Suprato Kav. 4, Cempaka Putih – Jakarta 10510.

Telepon : 021-4208171

Fax : 021-42873685

Email : cdk.redaksi@gmail.com

Please login or register to post comments.

Perlukah Obat Demam pada Demam Berdarah?

Perlukah Obat Demam pada Demam Berdarah?

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan jenis penyakit yang kejadiannya meningkat pada saat musim hujan. Demam yang tidak diatasi dengan segera dan terjadi berlarut dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, karena pada saat terjadi 

HbA1c Sebagai Prediktor Sumbatan Arteri Koroner, Mungkinkah?

HbA1c Sebagai Prediktor Sumbatan Arteri Koroner, Mungkinkah?

Hemoglobin terglikasi (HbA1C) adalah penanda yang telah dikenal luas untuk menggambarkan kontrol glikemik (kadar gula dalam darah) jangka panjang dan ditetapkan menjadi uji diagnostic untuk pasien-pasien diabetes 

Pemberian Ekstrak Jambu Biji pada Kasus Demam Berdarah Dengue, Efektifkah?

Pemberian Ekstrak Jambu Biji pada Kasus Demam Berdarah Dengue, Efektifkah?

Salah satu tanda dari infeksi demam berdarah dengue (DBD) adalah penurunan jumlah trombosit. Masyarakat kerapkali menggunakan jus jambu biji yang telah dikenal dengan khasiatnya untuk membantu menaikkan jumlah trombosit. 

Pemberian Cairan Koloid untuk Demam Berdarah Dengue, Ini Manfaatnya

Pemberian Cairan Koloid untuk Demam Berdarah Dengue, Ini Manfaatnya

Terapi cairan merupakan hal yang krusial untuk mencegah dehidrasi pada penderita demam berdarah dengue. Jika kondisi klinis memburuk, maka perlu diberikan cairan intravena (infus), seperti cairan kristaloid dan koloid (seperti albumin). Pemberian cairan koloid biasanya diberikan pada saat kondisi pasien telah masuk ke dalam kategori syok refrakter.